Memahami Bahasa (dan Budaya?) Inggris

Baru saja saya mendengarkan beberapa lagu (aliran rock – hi hi hi) berbahasa Inggris. Salah satu lagu tersebut bercerita tentang Lord of the Rings. Lagu lainnya bercerita tentang hal-hal lain tetapi masih berkaitan dengan budaya Barat. Hal yang sama terjadi ketika saya menonton film dan membaca buku. Ada banyak konteks yang hilang jika kita tidak memahami bahasa dan budaya Barat itu. Lantas saya berpikir, apakah kita – orang Indonesia – perlu belajar bahasa Inggris dan memahami budaya Barat? Pertanyaan yang mirip pernah dilontarkan; apakah perlu kita belajar English literature?

Saya ingin menjawab dengan YA, tetapi itu untuk diri saya sendiri. Untuk keseluruhan Indonesia? Ah, nanti dulu. Mempelajari bahasa Indonesia dan sejarah Indonesia sendiri belum cukup untuk dipelajari, mengapa kita lantas seolah-olah ikutan menjadi ke-Barat-Baratan? Begitulah pertanyaan yang mungkin dilontarkan. Betul juga ya.

Di sisi lain, sebagai warga dunia, semestinya kita tidak membatasi diri untuk menjadi katak dalam tempurung. Dunia kan tidak hanya Indonesia saja. Memahami bahasa dan budaya asing memberi kita wawasan yang lebih luas dan bahkan dapat mengambil keputusan yang lebih baik secara lokal.

Bagaimana?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

13 responses to “Memahami Bahasa (dan Budaya?) Inggris

  • Mohammad Yusuf Syafroni Karim

    ini band nya apa? battlelore yah?, kalo battlelore ya memang ceritanya lord of the ring yang dijadikan tema band, lha kebetulan vokalnya orang sumatra, hahaha.
    Sebenarnya seh ndak papa belajar english literature, pokoknya ndak keseret menjadi keminggris saja. Belajar itu bebas, jangan dibatasi, biarlah waktu dan kemampuan otak saja yang membatasi. Dianggap gak fokus?, yo ben, kwkwkwwk

  • Cik Misstree

    Suatu masa dahulu, orang Barat perlu mendalami bahasa Arab kerana zaman itu bahasa Arab menjadi bahasa ilmu. Adakah orang Barat menguasai bahasa Arab pada ketika itu turut mendalami konteks bahasa dan budaya? Budaya apa? Budaya Arab? Budaya Islam? Budaya Timur?Kini, bahasa Inggeris perlu dikuasai kerana ia menjadi bahasa perdagangan antarabangsa. Walau apa pun, mencari jalan tengah yang terbaik antara menguasai bahasa antarabangsa tanpa mengadai bahasa ibunda.

  • adienesia

    Selama tidak menghilangkan jati diri sebagai bangsa Indonesia saya rasa perlu pak. Saya rasa dengan berkembangnya zaman yang pesat saat ini memunculkan serangan budaya dari luar, tdk hanya inggris sebagaimana yg bpk katakan tapi banyak yg lainnya. Korea, india, amerika, dll. Jika kita tdk tahu bahasa dan kebudayaan mereka, maka kita tdk bisa memilih dan memilah budaya tsb, asal ikut padahal jika kita tahu budaya mrk kita bisa mengambil yg baik dan membuang yg buruk karena tdk sesuai dengan budaya kita…ah saya mulai ngelantur lagi. Maaf pak. Hehe.

  • mydas wira

    Pada dasarnya ilmu memang luas tak terbatas, tapi disisi lain kita perlu melihat ada tahapan-tahapan tertentu yang harus dilewati untuk mencapai ilmu yang paling tinggi. Jika kita menilai Dunia itu luas dan Indonesia hanya sebagian kecil, mengapa kita tidak belajar dari yang paling kecil sebagai permulaan. Agar ketika naik tahap belajar Dunia yang lebih luas kita sudah siap untuk menyaring budaya asing yang masuk tanpa khawatir budaya kita terkontaminasi budaya asing sebab kita sudah melewati tahap awalnya.

  • wayoftunjung

    @Cik Misstree tidak hanya pedagangan, rennaisance Eropa dimulai dari, dan berpondasikan, ketika para scholar berinteraksi dengan tulisan-tulisan filsafat, sains dan humanisme karya penulis-penulis Islam ketika itu, macam Ibnu Sina (Avicenna), Ibnu Rosyid (Averroes), Umar Khayyam, Al Kindi dan lain-lain. Untuk bisa memahami tulisan-tulisan yg bukan sekedar berisi subjek-subjek utilitarian, tentu orang harus memahami konteks bahasa dan budaya dibaliknya

  • juragan.sipil

    Gpp kok..😀 Kenyataannya memang gitu. Kita mempelajari budaya barat, orang asing yang pelajari kebudayaan kita.

    Contoh, di Belanda bukannya banyak museum tentang budaya dan sejarah Indonesia? Malah kadang lebih lengkap (ada yang ngga bisa diperoleh di Indonesia).

    Contoh lain, klo ga salah karya sastra “paling panjang” di dunia (lebih tebal daripada Mahabaratah & Barata Yuda), ada di Indonesia, Sulawesi Selatan, namanya I La Galigo (mohon dikoreksi). Siapa yang giat menggalinya? Seimbang antara warga lokal dan asing, bahkan pementasan teaternya lebih banyak dilakukan di luar negeri. (katanya)

    Fakta lain juga… katanya (lagi), kosa kata bahasa daerah yang ada di Indonesia perlahan-lahan mulai berkurang. Banyak kata/istilah daerah yang sudah jarang digunakan dan akhirnya punah.

    Yang enak itu dengar lagu daerah tapi dikemas kontemporer.😀
    Salah duanya : Ricky Sianipar – Sinanggar Tullo (ala Linkin Park), sama Ten To Five – Anging Mamiri (ala R&B)… wueenaknya..

  • ziuma

    nama blog nya lucu ki sanak. padepokan??? kayak dunia persilatan saja he he he.

  • Dewitya

    ya mungkin karna bahasa indonesia sudah dipakai sehari-hari mas hehehehe

  • Cik Misstree

    @wayoftunjung. Saya akui era pencerahan Eropah bermula setelah Barat berusaha mendalami pelbagai ilmu yang pada ketika itu dikuasai oleh Muslim. Hakikiatnya Barat terhutang budi dengan belahan dunia Muslim. Isu di sini tatkala Barat mendalami ilmu yang dikuasai oleh Muslim/orang Islam (bahasa ilmu ialah Bahasa Arab) pada ketika itu (Kota Basrah semasa kemuncak empayar Abasiah kemudian diikuti di Andalusia, Sepanyol) adakah Barat turut menjadi ke-Arab-Araban? Barat tidak hanya mendalami ilmu falsafah, sains dan matematik malah turut menguasai ilmu sosiologi daripada Ibnu Khaldun. Lantas mengapa kita dari belahan Asia Tenggara mendalami bahasa Inggeris mesti menjadi ke-Barat-Baratan? Jika sesuatu kajian ilmu mencakupi aspek kesusasteraan, maka mempelajari bahasa Inggeris perlu disepadukan dengan pemahaman budaya Barat, tetapi kita perlu menjadi ke-Barat-Baratan. Pada zaman sekarang, Bahasa Russia dianggap sebagai bahasa angkasa lepas (semua angkasawan di dunia mesti mempelajari Bahasa Russia) maka Bahasa Inggeris itu digelar bahasa perdagangan antarabangsa.

  • Kata Kata Terbaik

    Bahkan sekarang, gaya hidup orang indonesia lebih kebarat-baratan daripada orang barat itu sendiri,,,hehehehe

  • Mutia Ohorella

    Enggak apa-apa ambil kebudayaan mereka. Budaya antri…budaya taat hukum… budaya bersih..:)

  • Reparasi TV

    Artikle yang bagus dan berguna

  • iscab.saptocondro

    Belajar bahasa itu sekaligus belajar budayanya.
    Ada beberapa hal dalam bahasa yang bersifat kontekstual.

    Belajar bahasa Jawa misalnya. Ada “ngono yo ngono, ning ojo ngono” dan itu sulit dijelaskan ke bahasa Inggris atau Jerman.

    Belajar bahasa Jerman juga. Ada istilah “Gemütlichkeit” yang sulit dijelaskan dengan satu kata ke bahasa lain. Mungkin kalau dijelaskan ke bahasa Jawa adalah “mangan ora mangan sing penting ngumpul”.

    Belajar bahasa Inggris, kalau mengucapkan kata “Oh, really?” dalam nada atau intonasi berbeda bisa menghasilkan makna beragam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: