Puasa Facebook

Seharian kemarin saya berada di acara Cyber Defence Competition (CDC) yang diselenggarakan di Akademi Angkatan Laut, Surabaya. Saya berangkat dari Bandung pagi sekali. Sampai di sana langsung mengikuti acara dan seterusnya. Akibatnya saya tidak punya banyak waktu untuk ngecek Facebook.

Hasilnya? Menyenangkan!

Facebook sekarang isinya kebanyakan orang mengumpat-umpat, menjelek-jelekkan orang lain, meneruskan berita palsu yang tidak jelas sumbernya (bahwa sebuah situs ada alamat URL-nya bukan menjadi jaminan kredibilitasnya). Menjauh dari itu ternyata merupakan hal yang menyenangkan. Harus sering-sering nih puasa Facebook. hi hi hi. Mari …

18 Comments

  1. bener juga sih, Pak. tapi saya pakai facebook cuma buat chatting sama temen doang. yang lain-lain nggak.

  2. Kalau di akun Facebook saya dulu, isinya kebanyakan ajang pamer. Bikin sirik. Pengen di unfriend tapi nanti dikira musuhan. Akhirnya ditutup saja akun FB.

    Beda dengan blog atau Twitter. Banyak informasi yang bisa saya dapatkan. Apalagi tidak ada istilah pertemanan di kedua sosial media tersebut. Khusus di Twitter, yang ada hanya follow dan follower. Mau ngefollow atau ngeunfollow ya terserah saja. 😛

  3. Facebook awalnya sangat mengesankan. Namun akhirnya jadi banyak negatifnya (minimal yang saya rasakan). Misalnya, kita jadi lebih sering membanding – bandingkan diri sendiri dengan orang lain di facebook.

    Facebook kini juga banyak iklan. Pengguna facebook pun saya amati banyak yang share link tanpa di filter, padahal link nya sangat provokatif menimbulkan perpecahan.

    Solusinya, bagi saya, saya filter notif tertentu saja yang ditampilkan. Batasi waktu main – main di Facebook. Kembalikan fungsi Facebook sebagai sarana komunikasi, diskusi ringan, dan share artikel/link bermanfaat.

  4. Di facebook banyak yang menggunakan akun palsu, facebook yang awalnya menyenangkan semakin lama malah membuat pengguna lain merasa terganggu, terlalu banyak tools ini itu. Mungkin akan lebih baik jika dibuat simpel seperti path atau instagram 🙂

  5. Saya tetep punya FB untuk silaturahmi

    Tapi jaman pemilu ini saya banyak unfollow teman2 yang share/like/comment konten yang isinya gak jelas, menghina, promosi partai, promosi capres, nyinyir sama ibu yang bekerja dkk

    Sekarang news feed saya isinya kebanyakan dari National Geographic malah

    Jadi gak perlu unfriend, cukup unfollow, silaturahmi masih bisa jadinya hehehe

  6. Kalau saya kok lebih banyak “puasa”nya daripada “berbuka”nya. Rasanya keheningan lebih asyik dibanding dengan keriuhan. Biarpun di dunia maya sekalipun.

  7. pak, bagaimana cara nonaktifkan facebook? (sepertinya) saya sudah gak nyaman dengan (maaf) orang 4L4Y di facebook…. too many junk there…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s