Tulisan Yang Akademik

Saat ini saya sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa terkait dengan tugas kuliah mereka, yaitu membuat makalah. Salah satu hal yang nampaknya mereka belum mengerti adalah bahwa makalah yang harus mereka buat harus bersifat akademik. Apa maksudnya “akademik” di sini? Nah itu dia.

Tingkat kesulitan dari makalah yang mereka buat kira-kira seperti ini. Jika makalah itu dikirimkan ke majalah komputer, maka makalah tersebut akan ditolak karena terlalu teknis. Pembaca akan pusing. Sementara itu jika makalah ini dikirim ke jurnal, maka makalah tersebut akan ditolak karena kurang aspek kebaharuannya atau kurang teknis. Jadi tingkat kesulitannya di antaranya.

Cara lain untuk mengukur apakah makalah kita itu akademik atau tidak adalah dengan melihat referensinya. Jika referensinya menggunakan artikel dari jurnal (yang kredibel), maka tulisan kita itu boleh jadi akademik. Jika referensinya tidak ada artikel jurnal, malah banyak menggunakan artikel majalah umum, maka ke-akademik-an dari makalah tersebut dapat dipertanyakan. Begitulah.

[Saya ingin memberi contoh yang lebih banyak, tapi belum sempat. Tulisan ini juga saya buat di dalam mobil di parkiran. hi hi hi]

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

5 responses to “Tulisan Yang Akademik

  • Cik Misstree

    “Cara lain untuk mengukur apakah makalah kita itu akademik atau tidak adalah dengan melihat referensinya. Jika referensinya menggunakan artikel dari jurnal (yang kredibel), maka tulisan kita itu boleh jadi akademik.”

    Kenyataan di atas ada benarnya jika sesuatu tujahan kajian sudah banyak ditulis oleh ahli akademik. Tetapi, bagaimana dengan tujahan kajian yang belum diterokai? Saya teringat satu tesis PhD di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia yang tujahan kajiannya adalah mengenai hubungan politik dan perniagaan parti UMNO. Pada ketika itu, tujahan kajian ini belum diterokai, maka tesis PhD itu mengemukakan sesuatu yang baru.

    Tesis PhD itu menggunakan sumber rujukan (referensi) credibility (yang boleh dipertanggungjawabkan dari sudut ilmiah) bagi membicangkan kerangka teoritikal dan konseptual. Namun, dari aspek data, tesis PhD itu menggunakan majoriti sumber (referensi) dari akhbak, majalah dan interview kerana belum ada kajian/artikel jurnal akademik yang mengkaji hubungan politik dan perniagaan dalam parti UMNO di Malaysia.

  • hashbang

    Hapakah jika kita menyuruh seseorang untuk membuat makalah ilmiah tapi dituliskan atas nama kita sendiri tanpa menyebutkan siapa sebenarnya yang menyusun makalah tadi termasuk makalah ilmiah juga ?

  • Budi Rahardjo

    hashbang, kalau itu namanya plagiat

  • duniaely

    Ditunggu contoh yang lebih banyak pak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: