Menjadi Lebih Terkurung Dengan Internet

Internet membuka dunia. Kalau dahulu kita hanya dapat mengakses informasi yang sifatnya lokal, atau paling jauh dengan bantuan surat kabar, sekarang kita dapat mendengar langsung kabar dari dunia yang sangat jauh. Langsung dari sumbernya. Seharusnya ini membuat orang menjadi lebih terbuka wawasannya. Menjadi lebih arif dan bijaksana. Sayangnya ini tidak terjadi.

Dalam memilih informasi yang kita baca, kita cenderung mencari informasi yang sesuai dengan yang kita inginkan. Sesuai dengan filter kacamata yang kita pakai. Jadi jika kita condong kepada warna (aliran, pendapat, style) A, maka sumber berita yang kita cari adalah yang memberikan konfirmasi kepada A. A itu bagus. Sementara itu sumber informasi yang memberikan warna B, C, D, dan seterusnya tidak disentuh.

Kalau dahulu kita seperti katak dalam tempurung, sekarang malah katak dalam bola besi. hi hi hi. Kalau tempurung masih dapat ditembus oleh sinyal handphone, bola besi seperti sangkar Faraday sehingga sinyal pembawa beritapun tidak masuk. Semakin tertutup pandangan atau pendengaran kita. Jadinya seperti ini, bertengkar terus di internet.

Iklan

21 pemikiran pada “Menjadi Lebih Terkurung Dengan Internet

  1. Selain manusianya, bukankah teknologi juga berpengaruh membentuk bola-besi tersebut, Pak Budi? Seperti filter bubble yang diungkapkan oleh Eli Pariser?

  2. Kita memiliki kecenderungan tertentu, mungkin bisa saja kita berkata netral, tapi sebenarnya tidak senetral apa yg kita katakan, karena manusia punya rasa punya hati bukan robot yang terus mengikuti algoritma iterasi tiada henti. Tapi kuantitas atau jumlah bisa menjadi segala-galanya, karena apa yang kita dengar apa yang kita baca membekas dalam ingatan kita. Internet lebih dominan menjadi media Iklan…

  3. seharusnya lebih arif dan bijaksana. tapi kecenderungan sebagian orang, menolak sesuatu yang merugikan dan menerima dengan suka cita sesuatu yang menyenangkan dirinya.

    informasi yang sesuai dengan pandangan dirinya, tentu akan diterima bahkan disebarluaskan namun ketika ada informasi yang tidak sesuai, akan ditutupi bahkan dicounter jika ada yang setuju.

    setuju dengan mbak ely, kembali tergantung sama orangnya pak 🙂

  4. karena internet memungkinkan untuk memilih yang kita suka, beberapa hari lalu saya meng-unfollow orang-orang di facebook saya yang isinya kampanye negatif terus. dan dunia terasa langsung lebih indah 🙂

  5. Setuju sekali, terutama dengan kalimat “Sesuai dengan filter kacamata yang kita pakai.” Selama kita masih memakai filter kacamata yang sama kita akan melihat hal-hal yang telah kita lihat di masa lalu, dan melewatkan keindahan hidup yang berlangsung saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s