Kuliah Adalah Berkelompok

Hari ini saya disibukkan dengan beberapa mahasiswa S2 bimbingan yang siap-siap maju sidang thesis. Mereka seakan-akan dalam sebuah rombongan. Kemudian saya mengingat-ingat perjalan sejarah saya. Nampaknya memang perjalanan perkuliahan saya juga seperti ini.

Ketika S1 dulu, saya sempat sedikit tertunda di akhir kuliah. Tugas akhir sempat tertunda beberapa bulan. Apa yang saya lakukan adalah ke kampus tapi lebih banyak duduk-duduk di himpunan dan becanda dengan teman-teman. Tiba-tiba ada salah seorang dari kelompok kami yang siap maju sidang. Maka seperti ditampar, semuanya langsung kembali ke lab masing-masing dan mengerjakan tugas akhir. Akhirnya (sebagian dari) kami lulus bersamaan.

S2 saya di Kanada juga hampir seperti ini, meskipun kawan-kawan saya jumlahnya lebih sedikit. Yang berdekatan sidangnya juga teman satu kelompok, yang mana sekarang kawan-kawan saya ini tersebar di berbagai negara. Begitu salah satu menyelesaikan thesisnya maka ini memicu kami untuk cepat-cepat menyelesaikan thesis kami juga. S3 juga demikian, satu grup kami (yang jumlah anggotanya lebih kecil lagi) tiba-tiba ada yang disertasinya hampir selesai. Maka kami juga ngebut supaya bisa selesai sama-sama.

Kelompok, teman-teman ini, bagi saya bermanfaat untuk  memotivasi  menyelesaikan  tugas akhir, thesis, dan disertasi. Kalau sendirian, mungkin semangat untuk cepat-cepat selesainya menjadi rendah. Eh, mungkin ini karena sifat saya saja ya yang lebih suka berkelompok. Mungkin ada yang lebih suka kerja sendirian. Entahlah. Bagi saya, kuliah ada berkelompok. Siapa tahu strategi ini dapat mempercepat proses kelulusan Anda.

Iklan

17 pemikiran pada “Kuliah Adalah Berkelompok

  1. Bangsa ini perlu membangkitkan kembali rasa kesetiakawanan atau kelompok dalam arti yang positif, supaya kita tidak egois dan mau menang sendiri 🙂

  2. wah semangat dah yang masih kuliah….cerita ane sih dulu seminggu sebelumnya ane baru selesaikan skripsi bab 2-4…
    60 halaman, masih sempat maen pes sehari 3-5 jam..hahahah
    paling kopas…jujur dosen2 ane killer dan gak bisa copas…kok bisa?
    saran ane buat yang laen carilah dosen yang kritis sampe detail..satu kata salah pun dilihat..jadi bener2 dibaca…pada dasarnya kalau kitanya niat, dan dosennya bagus…skripsi itu gak lebih dari sebulan…
    kebetulan BAB 1 ane dikerjakan 2 bulan sebelumnya..konsep dan segalanya jelas…so tulisan pun berjalan dengan lancar jaya tinggal pinter2 kita mencari sumber referensi yang tepat untuk mendukung teori2 dan jawaban atas permasalahannya..

    so kalau lagi mau ngehadepin skripsi, thesis…gak usah stress tetep dibawa enjoy, ide itu datang saat otak kita fresh, santai…alhamdulillah skripsi ane hasilnya A-…kampus kuning jurusan diplomat hehehe

    so goodluck yang masih kuliah

  3. Saya juga seperti itu, saat dulu bergaul dengan yang tidak menyelesaikan kuliahnya, saya ikut tidak selesai kuliah. Tapi saat saya bergaul dengan orang-orang produktif, hidup saya menjadi lebih produktif. Seandainya saya memahami hal ini saat ‘masih bisa’ menyelesaikan kuliah dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s