Perlukah (Kebuasan) Orientasi Studi

Sebentara lagi kampus-kampus (dan sekolahan) akan kedatangan mahasiswa baru. Maka ritual tahunan itu akan muncul lagi. Ya, orientasi studi atau OS. Ini bukan OS operating system ya.

Saya pribadi sebetulnya saya setuju dengan OS, tetapi bukan jenis OS yang berorientasi kepada kekerasan. Banyak mahasiswa yang merasa bahwa leadership hanya muncul dari kekerasan OS. Kepemimpinan itu harus orang yang berbicara keras dalam format baris berbaris. (Saya pernah menulis tentang kelucuan “ketegasan” korlap di acara mahasiswa.)

Hasil dari OS yang berbasis kekerasan adalah kebuasan. Korban berjatuhan pada saat OS berlangsung dan trauma ini akan membekas di kemudian hari. Lihatlah yang terjadi di masyarakat kita. Masyarakat yang tempramental. Mudah marah, mencela, memfitnah, dan … marah lagi. Kekerasan muncul. Kebuasan. Itukah yang kita inginkan? (Itulah sebabnya saya tidak memilih calon presiden yang tempramental. hi hi hi.)

Kemampuan berdialog, berdiskusi, di meja (bundar) sekarang sangat dibutuhkan. Kita banyak kalah dalam deal-deal karena tidak memiliki kemampuan, kesabaran, kecerdasan dalam bernegosiasi. Sekarang bukan jamannya lagi menunjukkan kekerasan.

Sudah saatnya kita pikirkan OS yang lebih positif tanpa kekerasan. Atau, tidak ada OS sama sekali. Dapatkah?

Iklan

22 pemikiran pada “Perlukah (Kebuasan) Orientasi Studi

  1. Tradisi itu kan diturunkan dan dilestarikan pak. Orientasi mahasiswa seharusnya menyenangkan dalam hal positif dan fokus pada mahasiswa baru sebagai subjek yang senang. Selama ini OS berorientasi pada kesenangan panitia sehingga isinya lebih banyak digunakan untuk mengerjai mahasiswa baru. Zaman sudah berubah tapi kita masih terjebak dalam kebiasaan lama, negatif pula.

  2. Lebih baik OS dihapuskan total. Karena kegiatan ini sudah jadi tradisi kekerasan dan merendahkan. Senioritas membuat orang bisa semena-mena.

    Aneh ketika pihak kampus membiarkan hal seperti ini. Apa sih yang membuat pihak kampus masih menyelenggarakan kegiatan ini? Pernah ada diskusi untuk mengevaluasi? Ada tidak dosen yang memprotes kegiatan OS? Apa yang diharapkan dari OS?

    Geram banget kalau bahas OS dan bullying. Berusaha menulis sesopan mungkin.

  3. dulu saya sempat mendengar kalau OSKM di ITB mau digantikan dengan latihan kepemimpinan yang melibatkan pelatihan tembak menembak. Saya tidak tahu apakah program ini dilanjutkan atau tidak, saya sendiri tidak ikut OSKM dan osjur tapi sempat jadi mentor waktu OSKM. Sempat dua tiga kali ikut osjur tapi sesudah itu berhenti. Malas dibentak-bentak di malam hari dan disuruh lari. Tapi mayoritas teman-teman memilih osjur, mereka menjadi lebih akrab

  4. Saya tamatan SMA, jadi tidak tahu segala macam plonco, ospek, OS (atau apapun istilahnya). Tapi dari dulu terus terang saya sangsi, ini benar demi studi, atau sekadar saluran para senior untuk mencicipi ‘kekuasaan’. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s