Perlukah (Kebuasan) Orientasi Studi

Sebentara lagi kampus-kampus (dan sekolahan) akan kedatangan mahasiswa baru. Maka ritual tahunan itu akan muncul lagi. Ya, orientasi studi atau OS. Ini bukan OS operating system ya.

Saya pribadi sebetulnya saya setuju dengan OS, tetapi bukan jenis OS yang berorientasi kepada kekerasan. Banyak mahasiswa yang merasa bahwa leadership hanya muncul dari kekerasan OS. Kepemimpinan itu harus orang yang berbicara keras dalam format baris berbaris. (Saya pernah menulis tentang kelucuan “ketegasan” korlap di acara mahasiswa.)

Hasil dari OS yang berbasis kekerasan adalah kebuasan. Korban berjatuhan pada saat OS berlangsung dan trauma ini akan membekas di kemudian hari. Lihatlah yang terjadi di masyarakat kita. Masyarakat yang tempramental. Mudah marah, mencela, memfitnah, dan … marah lagi. Kekerasan muncul. Kebuasan. Itukah yang kita inginkan? (Itulah sebabnya saya tidak memilih calon presiden yang tempramental. hi hi hi.)

Kemampuan berdialog, berdiskusi, di meja (bundar) sekarang sangat dibutuhkan. Kita banyak kalah dalam deal-deal karena tidak memiliki kemampuan, kesabaran, kecerdasan dalam bernegosiasi. Sekarang bukan jamannya lagi menunjukkan kekerasan.

Sudah saatnya kita pikirkan OS yang lebih positif tanpa kekerasan. Atau, tidak ada OS sama sekali. Dapatkah?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

22 responses to “Perlukah (Kebuasan) Orientasi Studi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: