Tag

, ,

Melihat kondisi di media sosial, saya menduga bahwa kemampuan berkarya kita memang masih minim. Mari kita ambil contoh. Kebanyakan masih pada tahap mengambil link dari sana sini (dan itu juga tidak dicek kredibilitasnya), copy-paste, dan paling banter membuat komentar. Itu urusan tulisan. Untuk gambar, foto, apalagi video sangat jarang sekali. Inilah yang membuat saya menduga bahwa kemampuan berkarya kita itu minimal.

Sebetulnya dugaan saya ini mungkin salah. Kemampuan itu mungkin ada, tetapi kemauan yang tidak ada. Skill ada tetapi willingness yang tidak ada. Hasilnya yang juga sama, tidak ada atau minim. Tetapi penyebabnya berbeda.

Masalah kemampuan atau skill itu dapat diajarkan, tetapi kalau tidak ada kemauan ya susah. Tidak mau! Malas! Kenapa mesti repot? Itu yang harus dilawan.

Perlu ada upaya untuk membujuk orang Indonesia untuk lebih menghasilkan karya. Sehingga hasilnya bukan hanya sekedar komentar, copy-paste, atau comot sana sini tetapi karya-karya yang dapat dinikmati dengan lebih utuh.

Ini kita baru berbicara soal membuat dulu ya. Soal adanya dulu.  Soal kualitas itu menyusul. Kalau belum apa-apa sudah terbebani dengan kualitas, bisa-bisa hilang lagi kemauan itu. he he he. Makanya kadang saya juga merasa bagaimana gitu dengan tulisan saya yang hanya begini-begini saja. Tetapi saya tetap memaksakan diri agar kemauan itu tidak hilang. Begitu.