Tag

,

Kalau Anda perhatikan, di halaman media sosial saya (facebook dan twitter), kadang saya menampilkan tulisan / gambar / berita tentang copras-capres. Dalam hal ini saya tidak bermaksud untuk mengubah pendapat orang agar memilih sesuai dengan pilihan saya. Saya berpendapat bahwa setiap orang sudah punya pilihannya masing-masing. Nah, mengapa menuliskan status tentang salah satu capres? Apa tujuannya?

Tujuannya, bagi saya, ada berbagi kegembiraan. Sharing happiness. Berbagi kebahagiaan. Tentu saja ini sangat subyektif, akan tetapi ada hal yang penting yaitu tidak mungkin saya berbagi kebahagiaan kalau apa yang saya tulis berisi hal-hal yang menjelek-jelekkan orang lain. Bahagiakah Anda jika Anda mengolok-olok orang lain? Gembirakah Anda jika Anda menghina orang lain? Memfitnah? Bagi saya, tidak!

Maka daripada oleh sebab itu … hi hi hi … saya menahan diri untuk meneruskan (forward) berita-berita yang negatif. Kadang ada hal-hal “lucu” yang saya baca, tetapi itu tidak lucu bagi orang yang bersangkutan karena berisi olok-olok atau penghinaan. Maka saya tidak berminat untuk meneruskannya. Stop. Itu bukan berbagi kegembiraan.

Yang susah adalah meneruskan tulisan yang kritis. Ini sebetulnya masih oke, tetapi perlu hati-hati karena kadang ditanggapi dengan negatif (jika dibaca terlalu cepat dan tidak dipahami). Pertimbangan bahwa tulisan ini kritis harus dilakukan dengan masak-masak. Pikir ulang. Are you happy with it? Would others be happy with it?

Demokrasi seharusnya merupakan perayaan, maka marilah kita rayakan dengan kegembiraan bersama. Ini adalah PERAYAAN BERSAMA. It’s our celebration.