Tag

,

Di depan rumah ada beberapa anak-anak sedang ngabuburit, istilah bahasa Sunda untuk menunggu berbuka puasa. Mereka ngobrol dan becanda. Sayangnya ngabuburit-nya di pinggir jalan sehingga agak khawatir keamanannya. Maklum di tempat kami sudah mulai susah ruang publik. Mereka akan berbuka puasa di masjid dekat rumah kami.

Saya mencoba mengingat-ingat Ramadhan sewaktu kecil dulu. Dulu waktu Ramadhan, saya ke masjid karena ada tugas mencatat khutbah Jum’at dan kuliah subuh. Seingat saya, kuliah subuh hari Sabtu dan Minggu di masjid Salman itu ramai dengan anak-anak seperti saya. Setelah mencatat, maka kami meminta tanda tangan penceramahnya. Atau kalau di Salman dulu dibagikan stiker yang bisa kami tempel di buku catatan sebagai tanda kehadiran. Nanti ketika masuk sekolah lagi, buku catatan tersebut dikumpulkan.

Bulan puasa juga banyak liburnya. Maka waktu itu banyak waktu saya habiskan untuk ke perpustakaan dekat rumah. Ada sebuah perpustakaan di depan Pasar Simpang (jalan Cisitu Baru?) yang dikelola oleh seorang nenek-nenek. Saya berlanganan di sana. Berbagai buku saya baca mulai dari komik (Yan Mintaraga, Teguh, dll.), Karl May, dan tentu saja Kho Ping Hoo. Tamat itu semua.  Harusnya yang dibaca Al Qur’an ya? Maklum, masih jaman jahiliyah. hi hi hi.

Bagaimana Ramadhanmu sewaktu kecil?