Diam Bukan Pilihan (Lagi)

Seperti sudah saya katakan sebelumnya, urusan saya dengan pilpres selesai setelah saya nyoblos tanggal 9 Juli 2014 yang lalu. Saya kembali ke habitat saya. Banyak yang masih pro kontra, saya tidak ikutan. Berita, tulisan, video, apa saja yang saling mencela saya lewatkan saja. Lama kelamaan capek juga melihatnya. Nampaknya saat ini saya harus mengutarakan kekesalan saya karena nampaknya ini masih berkepanjangan. Diam bukan pilihan lagi. Sudah! Cukup!

Saya merasa partisipasi saya dalam pemilu kemarin seperti tidak dihargai. Puluhan juta orang seperti saya statusnya. Dianggap tidak ada. Seperti ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak untuk terus merongrong proses pemilihan umum ini sehingga berkepanjangan. Masalahnya, kondisi saling mencela, mengejek, mengolok-olok ini masih terus berlangsung. Tidakkah kita sadar bahwa hal ini menimbulkan banyak keburukan (mudharat) dari pada manfaat?

Sudahlah! Cukup! Kami sudah muak dengan ini semua.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Diam Bukan Pilihan (Lagi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: