Sang Pecundang

Pecudang! Loser! Ingin kuteriakkan kata-kata itu kepadamu. Engkau belagak seperti seorang pemenang, padahal sesungguhnya engkau sudah kalah telak. Bahkan sebelum memasuki gelanggangpun aku sudah tahu engkau bakalan kalah. Namun aku tak ingin mendahului kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mengatakan bahwa engkau akan kalah.

Kalah atau menang itu tidak masalah. Itu hanya merupakan sebuah permainan belaka. You win some, you lose some. Namun bagaimana kau menyikapi kekalahan atau kemenangan itulah yang utama. Pecudang itu lebih tepat untuk diterapkan kepada sikap itu.

Pecudang! Loser! Tak jadi kata-kata itu kuteriakkan kepadamu. Rasa kasihan muncul melebihi rasa amarah. Aku kasihan melihat dirimu yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya engkau itu memang sudah kalah tetapi engkau merasa seharusnya engkau menang. Seharusnya? Justru memang engkau seharusnya kalah. Logika dan perasaan hati pun, keduanya, mengatakan engkau memang belum saatnya untuk memenangkan pertandingan tadi. Maka aku kasihan kepadamu karena engkau belum dapat menerima itu.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Sang Pecundang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: