SDM Kurang Inisiatif

Berbincang-bincang dengan beberapa orang pegusaha tentang sumber daya manusia (SDM). Salah satu masalah terbesar yang dihadapi ternyata adalah sebagian besar SDM kurang memiliki inisiatif. Mereka harus disuruh dulu baru bekerja. Mengapa demikian ya? Beberapa kemungkinan penyebabnya:

  1. Takut salah. Ada banyak orang yang menunggu diperintah karena takut salah kalau berinsiatif. Padahal kalau saya sih lebih baik orang berinisiatif dan salah daripada tidak berinisiatif sama sekali. Kalau salah kan bisa diperbaiki dan berikutnya tidak salah lagi. Kalau tidak dikerjakan, bagaimana tahu itu benar atau salah?
    Mungkin ini disebabkan pendidikan di kita yang memberi hukuman jika siswa berbuat salah? Atau ini hanya alasan saja?
  2. Terlalu lambat. Sebetulnya SDM ini mau berinisiatif tetapi terlalu lambat. Mungkin terlalu banyak pertimbangan (karena takut salah seperti di atas) atau bagaimana sehingga lambat sekali terlihat kemajuannya. Bagi saya lebih baik jadi 60% sekarang, daripada 80% minggu depan (atau bulan depan). Lebih baik ada progress.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk yang kurang inisiatif? Atau berani mengambil inisiatif?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “SDM Kurang Inisiatif

  • Adi

    Sebagai seorang top management perusahaan asing saya setuju sekali bahwa karyawan Indonesia kurang inisiatif dan komunikatif. Semua pekerjaan harus di monitor dan diberi arahan yang sangat jelas, baru jalan.

    Itulah mengapa Management by Walking Around (MBWA, Tom Peters, In Search Of Excellence 1982) alias manajemen blusukan ala Dahlan Iskan, Jokowi, Ahok, Jonan, Tri Rismaharani, Ridwan Kamil terbukti berhasil dan BUKAN PENCITRAAN, melainkan memang KEBUTUHAN DI INDONESIA.

    Saya sendiri adalah tipe pemimpin yang tidak suka Micromanagement. Saya ingin hanya membuat strategi, mengarahkan dan mendelegasikan kepada anak buah, tapi kalau saya tidak turun langsung ke lapangan dan menguasai hal-hal detail, di Indonesia tidak akan jalan dengan baik.

    Ya ABS, takut salah dan takut bertanggung jawab adalah ciri khas bangsa ini.

    Mungkin betul hipotesa pak Budi akibat pendidikan Indonesia yang punitif, satu arah, kurang mengembangkan inisiatif dan cenderung mengekang kreativitas.

    Budaya senioritas, bullying dan Ospek semenjak sekolah juga membuat bangsa kita takut berbuat kesalahan, takut berbuat hal-hal yang tidak direstui senior, atasan atau pihak yang berwenang.

    Tapi saya akui memang sulit untuk menjadi pihak yang inisiatif di Indonesia. Dalam perjalanan saya merintis karir menuju top management, tidak terhitung banyaknya saya di remehkan, di salahkan, dipojokkan dan dijadikan kambing hitam karena inisiatif saya. Jadi kebanyakan orang mengambil jalan aman dengan diam. Yang bisa bertahan akan mencapai karir puncak.

  • yuti

    Salah satu penyebab lainnya mungkin takut berbeda. Di Indonesia, kalau bertanya dan mengambil inisiatif suka ditanggapi orang lain dengan label pencitraan atau cari muka. Pembimbing saya satu Asia (walaupun warga negara Eropa) dan satu Eropa. Yang Asia membiarkan saya belajar dengan cara saya sendiri, yang Eropa sangat detil dalam memberikan pengarahan, sampai dalam menulis paper, tiap paragraf dikasih hint.

    Mirip dengan resep masakan Indonesia dan Barat, di Indonesia banyak petunjuk secukupnya, sedangkan masakan sangat detil dalam memberikan petunjuk 1/8 tsp dsb.

  • Adi Sumaryadi

    Menurut saya inisiatif dan inovatif sangat tergantung dari seberapa besar pengetahuan yang dimilikinya, orang yang rajin baca, rajin ketemu orang pinter, selalu penasaran hal baru akan lebih inisiatif dan inovatif ketimbang orang yang secara pengetahuan masih sangat lemah. Jadi PR terbesar kita adalah pondasinya, pendidikannya. Wallahualam😛

  • manfaat daun salam

    banyak terlalu memikir jadi serba salah

  • inezrabz

    banyak pengaruh dari pendidikan sih pak. sekarang setelah kerja, ketemu temen-temen dari latar pendidikan beda, baru nyadar ternyata pendidikan itu emang ngaruh banget ke pola pikir dan pola kerja seseorang. ternyata saya yang jaman sekolah dulu termasuk yang pasif, di lingkungan sekarang malah jadi salah satu yang cukup punya inisiatif.

  • Aldi Rahman Untoro

    waduh saya yang nomor satu, berarti saya kurang berinisiatif, tapi saya ingin mengubahnya, berpikir positif

  • ded

    Jika kita punya inisiatif, pasti pekerjaan itu aka selalu ada dan tidak akan pernah berhenti🙂

  • Foredi

    harus memperbaiki kualitas SDM kalau gitu pak..:)

  • agen bola online

    tradisi Di Indonesia, kalau bertanya dan mengambil inisiatif suka asumsikan sebagai pencitraan atau cari muka. yang pasti kita punya inisiatif pak🙂

  • mastopstory

    Sepertinya saya terlalu banyak pertimbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: