Tidak Bersedia Menjadi Menteri

Ternyata ada beberapa orang yang menunjukkan kepada saya bahwa Detik.com membuat halaman “Seleksi Menteri” dan saya menjadi salah satu yang dicalonkan. hi hi hi. Ada-ada saja. Ini screenshot-nya.

BR dicalonkan menteri

Repot juga untuk menjawab satu persatu di media sosial (facebook dan twitter) dan email. Nampaknya lebih mudah kalau jawabannya saya tulis di ini.

Saya tidak bersedia dicalonkan untuk menjadi menteri.

Nah, sudah jelas kan? Sudah pakai huruf bold segala. hi hi hi.

Ada banyak alasan mengapa saya tidak bersedia. Yang paling utama adalah karena menjadi menteri bukan cita-cita saya. Setiap orang itu punya cita-cita dan cita-cita itu harus dikejar. Hal-hal lain yang tidak mengarah kepada cita-cita tersebut sebaiknya dihindari. They are distractions. You have to say “NO” to those distractions. Misalnya Anda bercita-cita untuk bepergian ke Bali dari Bandung. Maka, tawaran ke Singapura harus dihindari karena itu tidak sejalan dengan tujuan Anda. Teguh.

Saya masih punya banyak kegiatan yang harus diselesaikan. Saya masih ingin menjadi technopreneur, membangun usaha-usaha yang memiliki nuansa teknologi. Berkontribusi kepada Indonesia kan tidak harus menjadi menteri. Kalau semua menjadi pimpinan, siapa yang jadi rakyat? Kalau peribahasa orang di Amerika Utara, “all chiefs, no indians“. he he he.

Saya sadar bahwa kadang agak susah menjelaskan ini ke banyak orang. Banyak yang menilai saya gila untuk menolak tawaran ini. Banyak orang yang kasak-kusuk ingin jadi menteri. Saya, tidak tertarik. Bagi saya, keputusan mengatakan tidak adalah hal yang mudah. It’s very clear to me. I am not interested. Semoga ini merupakan keputusan yang baik dan direstui oleh Allah swt. Amin.

Iklan

32 pemikiran pada “Tidak Bersedia Menjadi Menteri

  1. Sayang memang ketika posisi menteri jatuh pada orang yang tidak capable pa :). Tapi apa mau dikata, memberikan banyak manfaat untuk banyak orang tidak harus jadi menteri ya pa :). …dan satu lagi menjadi technopreneur dan mengajar tidak ada istilah reshuffle 😀

  2. Salut Pak BR untuk mengatakan “Tidak”.
    Barangkali dapat dipertimbangkan lagi? Karena pemerintahan baru kali ini tampaknya membutuhkan orang-orang baru demi Indonesia.
    Sukses selalu…!

  3. Barangkali, Pak Budi saat ini belum tertarik. Tapi tidak dipungkiri bahwa keahlian yang bapak punya sangat dibutuh oleh pemerintah. Semoga ini bukan keputusan yang selamanya sifatnya…. hhee

  4. Inikan baru usulan saja pak budi.. belum final toh dan keputusan untuk mengikuti minat / passion juga tidak salah, lakukan hal yang benar karena itu memang adalah hal yang benar.

  5. Biarkan Pak BR menjawab sesuai kata hatinya.
    Akan tetapi, kalau presiden baru dan kita sebagai rakyat benar-benar membutuhkan Pak Budi, kita kejar saja Pak Budi berkali-kali agar Pak BR bersedia jadi menteri. 🙂

    Orang baik itu tidak mata duitan (tak ngejar jabatan). Tapi kalau negara sangat membutuhkan kemungkinan beliau akan bersedia. :hiks..hiks…

  6. Siapa pak yang berkompeten & punya integritas untuk jadi menkominfo? apa jadi menkominfo banyak tekanan dari pengusaha telekomunikasi?
    Jangan biarkan orang buruk jadi menteri.

  7. “Saya masih ingin menjadi technopreneur, membangun usaha-usaha yang memiliki nuansa teknologi. Berkontribusi kepada Indonesia kan tidak harus menjadi menteri”….tapi klo jadi menteri bisa memberi kontribusi yg lebih besar, bisa memberi banyak manfaat untuk orang yg lebih banyak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s