Teknologi Informasi Itu Liar!

Kemarin, saya mengajar kuliah pengantar teknologi informasi (introduction to information and communication technology). Yang diajarkan adalah prinsip-prinsip dasar teknologi informasi dan pemanfaatannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa ini perlu diajarkan? Menurut saya salah satu alasannya adalah karena teknologi informasi itu liar! Wild!

Bagi Anda yang mengikuti berita terakhir di dunia internet mungkin mengetahui kasus Florence Sihombing. Bagi yang belum, singkatnya begini. Florence menuliskan kata-kata di status Path-nya yang dianggap menghina orang-orang Jogja. Tidak saja dia kemudian di-bully di media sosial, tetapi juga ada yang kemudian mengadukannya ke Polisi sehingga dia sempat mampir di bui. Lepas dari pro dan kontranya, ini adalah salah satu contoh liarnya pemanfaatan teknologi informasi.

Bayangkan begini. Bagi Anda yang punya anak kecil, katakanlah yang masih SD, beranikah Anda melepas anak Anda di jalan tol dengan motor sendirian? Bayangkan, di jalan tol, banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara anak Anda baru saja mendapatkan motornya satu atau dua hari yang lalu. Seram bukan?

Penggunakan teknologi informasi – misalnya, internet – juga begitu. Anda berikan handphone atau komputer kepada anak Anda dan Anda lepas anak Anda tersebut di internet tanpa pengawasan (pada awalnya). Seram! Salah-salah, tidak hanya sekedar di-bully tetapi bisa masuk bui juga. Hadoh! Maka dari itu pengetahuan tentang teknologi informasi dan pemanfaatannya yang baik dan benar perlu diajarkan.

Iklan

13 pemikiran pada “Teknologi Informasi Itu Liar!

  1. yang menarik menurut saya, kalo orang saling mencela itu sudah biasa pastinya dari awal peradaban manusia (mungkin 🙂 ). tapi dengan ada internet, sepertinya celaan itu seperti terekam dan menjadi cara untuk meng-autentikasi-kan sang pengarang celaan tersebut, sehingga bisa dijadikan barang bukti untuk gugatan hukum.. ini menurut saya sama saja untuk hal sebelum ada internet (misalnya tahun 70-an), kalo misalnya ada orang yang menulis celaan itu disecarik kertas, terus ditanda tangan, ditempel di tengah2 pasar (supaya bisa dibaca orang – seperti internet, bisa dibaca siapa saja), plus pas foto pengarang.. kalau seperti itu di tahun 70-an, orangnya bisa digugat gak yah?

  2. Tidak hanya Teknologi Informasi yang diberikan pengantar. Merokok pun kayaknya harus dikasih pengantarnya juga. Contohnya, jangan merokok di ruangan ber-AC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s