Blusukan

Ada pro dan kontra tentang blusukan. Blusukan sudah terbukti berjalan seperti yang dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini bisa berjalan karena memang blusukan cocok dengan karakter dan latar belakang dari Jokowi.

Apakah blusukan dapat dilakukan oleh orang lain? Tentu saja dapat. Hanya saja hasilnya akan berbeda-beda, karena bergantung kepada orangnya. Kalau bentuknya persis seperti yang dilakukan oleh Jokowi, boleh jadi ada yang berhasil dan ada yang kurang berhasil.

Kesederhanaan dan kesamarataan. Itu kuncinya menurut saya. Tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut. Mari kita ambil contoh. Berapa di antara kita yang kalau melewati seseorang – siapa pun dia – menyebutkan kata “permisi” atau “punten” (kalau dalam bahasa Sunda). Tidak banyak! Saya sudah (dan selalu) perhatikan ini. Saya membiasakan diri untuk mengatakan “punten” kepada siapapun. Perhatikan juga tingkah laku kita ketika memanggil pelayan di restoran / rumah makan, misalnya.

Bagi banyak orang, hal-hal yang kecil itu mungkin luput dari perhatian karena bagi mereka itu bukan hal yang penting. Bagi saya, itu menunjukkan karakter. (Bagaimana mengajarkan hal ini ya?)

Oh ya, di luar negeri pun ada bentuk manajemen yang mirip dengan blusukan. Beberapa tahun yang lalu saya melihat video tentang pengelolan sebuah organisasi pemadam kebakaran di sebuah daerah di Amerika. Mereka mendapat penghargaan karena jumlah kebakaran yang menurun. Salah satu hal yang saya ingat dari video itu adalah bagaimana sang pimpinan selalu mengunjungi kantor-kantor branch untuk sekedar mencari tahu masalah di lapangan. Pada intinya, ya blusukan juga. Sayang sekali saya lupa tempatnya dan sudah tidak punya videonya. (Sudah mencoba mencari di YouTube tapi belum ketemu. Kalau nanti ketemu akan saya pasang link-nya di sini.)

Jadi … menurut saya blusukan itu merupakan hal yang baik. Sesuaikan dengan karakter orang yang melakukannya.

Iklan

14 pemikiran pada “Blusukan

  1. Mungkin karena konsep blusukan ini juga yang membuat Jokowi disukai oleh kalangan dunia internasional coba saja lihat bos facebook yang ikut2 blusukan ke pasar2 juga πŸ™‚

  2. Blusukan itu adalah salah satu style management yang efektif.
    Istilahnya Management By Wandering Around, istilah ini dipopulerkan oleh Tom Peters dalam buku best sellernya “in search of excellence”.

    Beberapa pemimpin efektif seperti Napoleon dan Steve Jobs, memakai metode ini dalam kepemimpinan mereka.

    Saya sendiri termasuk penganut metode ini.

  3. nice one pak….blusukan sebenarnya hadir karna latar belakang jokowi yg seorang dari rakyat kecil. setau saya dalam ilmu bisnis, ada yg disebut get back to the floor, dimana artinya seorang pemmpin harus menguasai keadaaan real di lapangan. tapi seorang jokowi mempunyai nilai lebih, dia bukan hanya menguasai persoalan di lapangan tetapi menarik simpati dan dukungan dari rakyat2nya tanpa kekerasan, luar biasa yah pak πŸ™‚

  4. Sekedar berbagi pengalaman,Pak Budi… Suami saya bekerja di Chevron -Sacramento,California Timur selama 11 tahun. Dia bertanggung jawab atas Toserba di Pombensin Chevron. Beberapa bulan sekali datang “Pembeli Mesterius” (Mysteri guest). Ternyata dia petugas dari kantor pusat yang menyamar, ingin tau kerja anak buah mulai pelayanan sampai kebersihan kamar mandi. Maka pekerja yg tdk serius harus siap bila tiba-tiba keluar surat pemberhentian. Bagi yang bagus, siap juga terima point yang bisa ditukarkan dengan barang elektronik dimana saja. Semoga kita bisa mencontoh.

  5. jokowi bisa disebut sebagai bapak blusukan indonesia.. karena menurut saya yang mencetus ide blusukan yang booming pertama kali ya jokowi… dan menurut saya efeknya positif, ya lebih baik di dukung aja… dari pada di sindir mulu… betul gak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s