Manggung Di Pasar Seni

Hari ini Tanggal 23 November 2014, BanDos (Band Dosen ITB) manggung lagi di acara Pasar Seni ITB. Manggung kali ini penuh dengan perjuangan. Pertama, kami gagal melakukan checksound kemarin karena hujan! Checksound merupakan hal yang esensial dalam manggung. Ini dibutuhkan untuk mengetahui situasi, sound, setingan, dan seterusnya. Perangkat sound system (amplifier umumnya) dan suasana tempat berbeda sehingga konfigurasi dari amplifier dan efek gitar menjadi berbeda juga.

Masalah utama kali ini adalah panggung kami berada di ruang terbuka, di lapangan rumput Aula Timur ITB. Tanpa atap (tenda). November merupakan musim hujan di Bandung. Sebetulnya mungkin bukan hanya Bandung saja. Di tempat lain, November juga musim hujan. Kan ada lagu “November Rain”.Mari kita nyanyikan bersama.

Seperti sudah diduga, kemarin siang ketika kami ingin melakukan checksound, hujan turun. Tidak terlalu besar, tapi tetap saja hujan. Kami menunggu sampai hujan reda dan mulai setup perangkat. Pada saat yang sama sound system sedang dipasang. Nampaknya kami adalah band pertama yang akan melakukan checksound. Ya ampun.

IMGP0336 jarmadi 1000

[Pak Jarmadi sedang memasang perangkat]

Belum selesai pasang-pasang,eh, gerimis mulai turun lagi. Ugh. Terpaksa kami beberes perangkat. Ditunggu-tunggu, hujan tidak mereda juga. Akhirnya kami putuskan untuk tidak melakukan checksound. (Keesokan harinya kami baru tahu bahwa ada yang mencoba sound di malam harinya.)

IMGP0335 guitars 1000

[my guitar]

Hari H. Minggu pagi, kami sudah berada di tempat. Untung kami masih sempat untuk melakukan checksound secara sederhana, per alat saja. Masalahnya adalah acara sudah mau dimulai pagi itu sehingga kami tidak boleh melakukan checksound secara full. Terpaksa kami hanya sempat memasang alat dan memastikan keluar suaranya saja. Setelah itu kami pinggirkan alat dari panggung karena panggung akan digunakan oleh performance pertama yang mengambil semua panggung. Setelah itu band selanjutnya manggung.

Nah. Giliran kami manggung, kami bersiap-siap memasang alat kembail. Wah sudah mendung lagi. Begitu memperkenalkan para pemain, hujan turus. Hadoh! Kali ini hujannya cukup deras. Maka kami buru-buru menyelamatkan peralatan (keyboard, gitar, efek, colokan listrik) dari hujan. Pengelola sound system juga sibuk memasang plastik di atas amplifier, drums, dan semuanya. Derasnya hujan membuat kami khawatir ada yang korselet (short circuit). Pokoknya tegang saja. Kami sendiri menunggu di tenda belakang panggung yang ukurannya kecil dan padat dengan orang. Waduh. Untung akhirnya ada yang mematikan listrik dari genset sehingga kami mulai tenang.

Hujan berhenti. Kami menunggu sebentar. Setelah itu kami bersihkan air (lap-lap) di perangkat dan sedikit demi sedikit lagi kami naikkan listrik. Eh, baru mau mulai, gerimis lagi. Minggir lagi. Untung kali ini tidak terlalu lama dan tidak terlalu deras. Bahkan tiba-tiba super panas! Matahari mencorong. Saya dapat melihat uap keluar dari karpet di atas panggung. Sayangnya tidak bisa saya potret.

Cepat-cepat kami memasang alat kembali dan langsung jreng! Tanpa ba-bu. Minimal sekali persiapannya. Tapi menurut saya lumayan puas manggungnya. Given the condition, it was great!

Setelah selesai, kami buru-buru membereskan perangkat. Mendung lagi dan kemudian gerimis lagi. Ya ampun. Saya tidak tahu kondisi selanjutnya karena saya buru-buru membawa perangkat saya mengungsi ke lab.

Salah satu akar masalah dari manggung hari ini adalah panggung yang tanpa tenda / atap. Kami berdebat dengan panitia. Panitia tetap tidak mau pasang atap karena mempertahankan aspek artistik dari panggung. Hah!!! Artistik mengorbankan acara? Artistik dengan mengorbankan fungsi? Mungkin karena saya menggunakan kacamata orang teknis maka saya mempertanyakan ini. Seharusnya fungsi dan artistik harus menyatu. Produk dari Apple merupakan salah satu contoh bagaimana fungsi dan artistik yang menyatu. Menurut saya ini merupakan sebuah pelajaran. Lain kali harus diperhatikan situasi (hujan) dan antisipasi terhadap hal itu.

Anyway, lumayan puas manggung hari ini. Capek? Tentu saja. Kaos tadi basah karena sempat kehujanan dan juga keringatan (pas manggung). Phew … Sempat juga tercetus akan larisnya obat batuk dan kerokan. he he he. Semoga kita sehat selalu. Amiiinnn.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

9 responses to “Manggung Di Pasar Seni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: