Budaya Buang Sampah Sembarangan

Di Bandung, ada upaya untuk mengajari memungut sampah. Walikota Bandung, pak Ridwan Kamil, secara berkala di media sosial dan di dunia nyata mengajak masyarakat untuk memungut sampah. Menurut saya ini merupakan hal yang penting karena mengubah budaya tidak dapat terjadi secara instan. Upaya untuk mengubah ini harus dilakukan terus menerus. Salah satunya adalah harus diucapkan, ditampilkan, dan di-brain-wash. Ini butuh kesabaran.

Yang masih perlu juga adalah upaya untuk mengubah budaya buang sampahnya. Kalau membuangnya sudah benar, tidak perlu memungut. Buanglah sampah pada tempatnya. Bukan di selokan ya … he he he. Soalnya saya pernah nanya ke anak-anak (SD) di dekat rumah saya – “dimana buang sampah?” – jawabannya adalah … “di selokan”. Hadoh. Pingsan … Mereka harus diajari bahwa sampah harus dibuang di tempat sampah.

[Nemu gambar ini. Mohon info sumber aslinya ya.]

sampah dan banjir

Iklan

11 pemikiran pada “Budaya Buang Sampah Sembarangan

  1. Waktu berjalan di lokasi warung-warung tenda, ada beberapa pelayannya sedang istirahat dipinggir jalan. Mereka ngobrol sambil iseng melintir dan mengikat banyak sedotan/pipet , lalu membuang ke jalan, padahal bak sampah disamping mereka! Saya bilang: “Kok buang sampahya ke jalan,Mang?” Dengan santai salah satu menjawab…”Kan orang Endonesia,Bu…!”

  2. Ini memang merupakan PR kita bersama. Ini harus dimulai dari sekarang, dari diri sendiri dan keluarga.

    Jangan sampai anak cucu kita menjadi generasi “kasep” atau “terlanjur”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s