Tag

,

Ada desas desus bahwa perusahaan BUMN boleh dipimpin oleh orang asing. Apa ya alasan utamanya?

Apa maksudnya kalau ada orang asing yang hebat dan mau digaji murah, boleh jadi pimpinan BUMN? (Harus ada klausul “mau digaji murah” dong. hi hi hi.) Mengapa tidak boleh? Kan jadi manfaat bagi BUMN-nya sendiri. Ada barang bagus, murah. Nah.

Atau, maksudnya memang tidak ada orang Indonesia yang kompeten? Lah kan ada banyak CEO-CEO yang jagoan di Indonesia ini. Saya pernah lihat halaman muka sebuah majalah bisnis yang bertajuk CEO handal Indonesia. Ambil saja salah satu dari mereka. Atau, dikompetisikan. Lomba CEO, begitu?

Atau, mungkin kalau dipimpin orang Indonesia terlalu banyak campur tangan dari kanan-kiri (umumnya keluarga) dan akhirnya jadi canggung (pekewuh)? Jadinya KKN gitu? Kalau dipimpin orang asing kan dia bisa cuek aja. he he he.

Sekarang kita serius dulu.
Kalau menurut saya sih sebaiknya BUMN Indonesia dipimpin oleh orang Indonesia saja. Ya kalau memang orang-orang Indonesia masih bodoh, ya tidak apa-apa. Kita ambil yang paling tidak bodohlah. Jadi tempat latihan. hi hi hi.
</serius off – cengengesan kembali>

Ya ampun. Ini postingan isinya pertanyaan melulu (dan ha ha ha hi hi hi). Namanya juga nebak-nebak. Itulah. Kalau mau tahu alasan sesungguhnya, tanya saja deh ke sumbernya. Tulisan ini hanya untuk cengengesan. Sekali-sekalilah ada cengengesan di blog ini.