(Belajar) Bertanya

Kebanyakan mahasiswa dari Asia (termasuk Indonesia) tidak banyak bertanya dalam kelas. Ketika guru atau dosen bertanya, “ada pertenyaan?”, maka hampir tidak ada yang bertanya. Justru setelah kelas selesai, kadang ada (maha)siswa yang datang mendekati sang guru untuk bertanya. Padahal pertanyaan yang diajukan seringkali merupakan pertanyaan siswa lainnya. hi hi hi.

Ada beberapa alasan ini terjadi. Pertama, karena malu. Malu dianggap bodoh. Padahal tidak tahu – koreksi, belum tahu – itu bukan berarti bodoh. Bertanya menjadi seperti aib. Akibatnya tidak berani bertanya. Kedua, boleh jadi karena tidak tahu apa yang mau ditanya. hi hi hi. Mungkin saking tidak tahunya, jadi semuanya mau ditanya tetapi kalau semuanya mau ditanyakan kan malah jadi aneh. Ketiga, takut dianggap sok tahu atau kemintar oleh kawan-kawannya. Jadi tidak berani bertanya.

Akibatnya, banyak orang yang tidak tahu cara bertanya. Bertanya itu juga sebuah keahlian (skill). Dia harus dipelajari dan diasah. Coba perhatikan, banyak orang Indonesia yang kalau bertanya terlalu banyak pendahuluannya. “Seperti kita ketahui … dan seterusnya, dan seterusnya”. Lima menit kemudian barulah muncul pertanyannya. hi hi hi.

Apakah ada pertanyaan yang bodoh? Tadinya saya pikir tidak ada. Eh, ternyata ada. Ini contohnya.

Pada sebuah segmen berita di TV tentang sebuah musibah, seorang wartawan bertanya kepada keluarga orang yang terkena musibah itu; “bagaimana perasaan Anda?”. Ini termasuk pertanyaan yang bodoh.

Sekarang, kemampuan menjawab pertanyaan kalah penting dengan kemampuan bertanya. Sudah ada mesin “Google” untuk menjawab semua pertanyaan. Mengenai jawabannya benar atau salah, itu lain cerita. hi hihi. Pokoknya ada saja jawabannya. Yang menjadi lebih penting adalah “apa yang akan ditanyakan”. Kemampuan bertanya menjadi kuncinya. Maka dari itu, pelajarilah cara bertanya dan latihlah.

Di sisi lain, ada orang yang (selalu) bertanya karena MALAS! Yang seperti ini mau diapakan ya? (Kalau di tempat kami, kalau bertanya karena malas … disuruh baca buku dulu. wk wk wk.)

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

28 responses to “(Belajar) Bertanya

  • masboyk

    itulah KITA malu bertanya sesat dijalan…

  • bayu arsenius sasuke

    Kren postingannya

    Sent from my Windows Phone ________________________________

  • putat

    tulisan yang bagus pak budi. dulu pas saya kuliah saya bukan orang yang sering bertanya karena jujur, saya ingin sekali bertanya tapi nggak tau apa yang harus saya tanya.

    baru tau caranya biar jago nanya adalah, belajar dulu sebelum kuliah di kelas sehingga ada yang ditanyakan ketika dosen belum sempurna menjelaskan. karena pak, rata-rata mahasiswa masih pake metode disuapi ala sd-smp-sma. jadinya ya cuma nangkep apa yang disampaikan aja, jadi emang ga ada yang bisa ditanya.

    tapi kepalang udah lulus kuliahnya, yaa mau gimana lagi, haha. dan ini jadi catatan dosen juga agar memberikan silabus dan referensi yang lengkap ketika di awal pertemuan kuliah.

    have a nice day pak🙂

  • galihsatria

    Bisa juga malu karena menjadi pusat perhatian pak, bertanya kan jadi kayak public speaking gitu hehe…

  • Sandrine Tungka

    Tulisannya bagus pak. Dilematis memang, ini sering terjadi saat ada training di kantor. Saya pernah ngalamin, takut bertanya karena disangka nggak nyimak, takut-takut ternyata dari yang dijelasin ada yang terlewat padahal memang belum dijelasin hehehe…🙂

  • revy

    Mungkin dia ngantuk di kelas,jadi materi pelajarannya ga tau.makanya mau tanya apa kalo dia sendiri ga nangkep pelajarannya ya..hehe

  • cara atasi miom

    Malu bertanya sesat di kelas..hihi

  • putrihanum

    coba ya kalo pertanyaan bodoh di googling..hehe

  • danielerick

    Malu bertanya sesat di jalan..😀 artikel yang sangat mengispirasi.. dulu waktu sekolah saya sering gitu, mau tanya ke guru tajut di anggap bodoh sama teman-teman

  • Chawako Rent Car

    ketika masih tk dan sd kelas 1 – 2 biasanya ketika guru bertanya kita semua tunjuk tangan mau jawab. Eh ketika mulai dewasa rada malas. salah satu mungkinnya karena selalu dibilang “sok pintar”

    Nice Artikel.

  • Mohammad Husein Amrullah

    Kalau ada pertanyaan ya cari google dulu pak. Kalo tidak ketemu, nah baru bertanya. He he he

  • Gindo

    ada benarnya yang bapak tulis, tapi mungkin saya melihatnya ada jarak antara yg bertanya dan pemberi pertanyaan sehingga menimbulkan rasa minder, mungkin klo konteksya itu bertanya ke teman2 sendiri akan lebih gampang di utarakan😀

  • dana asmara

    Jadi teringat kata kata:
    “..mendapatkan pertanyaan yang tepat adalah setengah dari solusi masalah….”

  • boynusa

    @salam. “pertanyaan adalah kunci ilmu” atau assualu miftahul ilmi…bertanya yang tepat akan mendapatkan jawaban yang bagus, sebab malaikat pun bertanya, “mengapa Kau ciptakan manusia yang akan membuat kerusakan?”
    good post

  • ded

    Benar pendapat p budi, teman saya persis seperti itu, sebelum beranya mutar2 dulu🙂

  • catatandodi

    sebagai pelajar,saya juga sering kali merasa seperti itu -_-

  • percetakan

    Malu Bertanya Sesat Jalan, Malu Berdayung Perahu Hanyut

  • kaltim lowongan

    hidup itu adalah bertanya, orang pintar karena bertanya, orang sukses karena bertanya, bertanya adalah kunci sukses http://kaltimlowongan.com/

  • obat maag

    atau si murid malu, menanyakan pertanyaan yang padahal permasalahan tersebut sudah dibahas karena dia tidak memperhatikan. karena saya pernah bertanya malah disalahin. btw tulisannya menghibur mas

  • megahindra

    Hahaha… Menurut saya, artikel mas Budi ini topiknya simpel tapi benar-benar menggelitik. Soalnya setiap hari pasti ada kejadian seperti itu dan contohnya sudah tidak asing lagi. Bahkan kejadian seperti itu sepertinya sudah menjadi “kebiasaan” yang mendarah daging. Bahayanya kalau sampai membudaya, mau jadi apa negeri ini…

    Saya ingin menyoroti tentang “Bertanya karena malas”. Teman saya yang pernah tinggal diluar negeri pernah membahas hal ini dalam obrolan yang ringan. Dia mengatakan orang-orang di luar negeri, tepatnya di daerah dimana dia tinggal, memiliki budaya yang baik terkait hal ini.

    Dikatakan teman saya, apabila menjumpai suatu kesulitan, orang-orang disana lebih memprioritaskan untuk mengusahakannya sendiri terlebih dahulu. Mereka cenderung mencari solusi dengan kekuatan mereka terlebih dahulu. Apabila memang sudah tidak mampu baru bertanya kepada orang lain. Hal ini tentu berbeda dengan “kebiasaan” di sini bukan?

  • sirdatoe

    Jawaban temen saya waktu ditanya sambungan pepatah ini:
    G : guru
    T : temen saya

    Guru : anak2 siapa yang tau lanjutannya, Malu bertanya ……………?
    T : saya bu guru…
    G : ia nak apa..?
    T : Malu bertanya pecah – pecah gelas di desa..!!

    ruangan kelas : mendadak sepi…….

  • penitishop.com jual almamater terbaik

    malu bertanya sesat di jalan, wah jd inget wkt kul dlu ane org nya pemalu pdhal kaga ngrti apa yg dbhs si dosen, terpaksa tgas latihan copar pnya teman.

  • kamal

    ada yg bilang (lupa siapa) bahwa dengan rendahnya kebiasaan bertanya ini, kita kurang kreatif, tidak kreatif tepatnya. termasuk yg pertanyaannya mbulet2 ala reporter tv yg sering kita lihat.
    nah, pertannyaan buat pak budi berkait tulisan ini, benarkah statemen yg bilang rendahnya minat bertanya itu pertanya tidak kreatif?🙂 he he he… sekalian praktek bertanya nih…🙂

  • Budi Rahardjo

    mengenai hubungan antara minat bertanya dan kreativitas, saya sendiri belum tahu. mungkin jawabannya adalah … baik-baik saja. he he he

  • iscab.saptocondro

    Kalau di Jerman, mahasiswa-mahasiswi Jerman bisa rajin bertanya kalau kuliah dalam bahasa Jerman. Tapi mereka jadi diam ketika kuliah menggunakan bahasa Inggris.

  • Heri Purnomo

    masih ada di kebiasaan kita, bertanya dianggap bodoh, padahal cuman belum tahu …🙂

  • agungjp

    Saya setuju om. kemampuan bertanya juga awal dari untuk kemampuan menjawab. At least saya juga masih belajar lagi nih. To increse how to ask with good.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: