Tag

,

Salah satu alasan saya suka menonton History channel di TV adalah cara mereka menceritakan sejarah. Sangat menarik sekali. Sebagai contoh, seri Pawn Stars sangat menarik. Di acara itu diceritakan tentang sebuah toko gadai yang membeli dan menjual barang. Ceritanya lebih banyak tentang bagian membelinya. Yang membuatnya menjadi menarik adalah cerita dan pengetahuan di balik barang yang dijual. Bagaimana dia (mereka) mengetahui hal itu?

Di Indonesia, kita sering tidak menghargai sejarah. Kita bilang bahwa kita menghargai sejarah, tetapi pada kenyataannya tidak. Hayo, siapa yang senang kelas sejarah?

Masalahnya adalah bagaimana mengajarkan atau menceritakan sejarah. Umumnya ini dilakukan dengan cara yang sangat membosankan. Ceritanya hanya tentang data, tetapi tidak ada emosi di belakangnya. Padahal justru ceritanya itu yang membuat apa saja menjadi menarik.

Saya sendiri menyukai sejarah yang berhubungan dengan komputer. Ketika mengajar, saya sering bercerita hal-hal yang terjadi di belakang layar. Sangat menarik. (Misal, ketika membahas tentang “shellshock” atau “bash bug”, saya bercerita tentang sejarah bash – Bourne Again Shell. hi hi hi. Mengapa namanya seperti itu?)  Itu pula yang membuat topik yang dibahas menjadi lebih mudah diingat. Melekat selama-lamanya. Dan … tanpa penyiksaan harus mendengarkan cerita yang membosankan. hi hi hi.

Nampaknya kita harus lebih banyak belajar cara bercerita. Story telling.