Start-up: Product Development

Masih tentang seri enterpreneurship / start-up. Kali ini saya akan membahas tentang product development, pengembangan produk atau servis. Berbeda dengan perusahaan yang sudah mapan, start-up memiliki sumber daya (resources) yang terbatas dalam mengembangkan produk. Apa alternatif yang tersedia?

Kembangkan sendiri. Pendekatan ini sering dilakukan oleh founder yang memiliki ide dan juga memiliki kemampuan (skill) untuk mengembangkan produk itu sendiri. Misalnya, seorang programmer dapat mengembangkan sebuah aplikasi yang menurut dia penting. Facebook, twitter, dan sejenisnya dikembangkan dengan cara seperti ini. Keuntungan dengan cara ini adalah kita tidak perlu keluar biaya. Kerugian dengan pendekatan ini adalah seringkali produk lambat selesai karena pengerjaan dilakukan di luar waktu kerja (part time, malam hari, waktu senggang).

Bermitra (partnering) dengan pihak lain. Pendekatan ini dilakukan jika kita tidak memiliki kemampuan pengembangan produk. Misalnya, kita punya ide untuk mengembangkan sebuah aplikasi atau layanan, tetapi kita tidak punya kemampuan pengembangan software. Maka kita bermitra dengan pihak lain. Pihak lain ini kita bayar dengan saham, pembagian keuntungan bersama, atau sejenisnya karena kita tidak memiliki uang untuk membayar mereka. Keuntungannya adalah produk lebih mungkin dikembangkan dalam waktu yang lebih cepat daripada jika dikembangkan secara part time. Partner kita juga lebih kompeten dalam mengembangkan produk tersebut. Kekurangannya adalah kesulitan kita dalam mencari partner yang mau mengerjakan ini dengan bayaran saham atau pembagian keuntungan di kemudian hari. Ini membutuhkan kesamaan visi. Berbagi perusahaan juga merupakan hal yang tidak mudah.

Outsource. Yang ini dapat kita lakukkan jika kita memiliki uang yang cukup untuk membayar pihak lain dalam mengembangkan produk. Seringkali justru kita tidak memiliki uang untuk itu. Kesulitan dengan pendekatan ini adalah kita harus “membocorkan” produk kita kepada pihak lain. Ini membutuhkan (saling) kepercayaan dan profesionalitas yang tinggi.

Apa lagi ya?

[Artikel lama dengan topik yang sama, tetapi dengan urutan yang berbeda ada di sini. hi hi hi.]

Iklan

9 pemikiran pada “Start-up: Product Development

  1. Menurut saya 3 poin di atas sangat penting , namun sepertinya paling baik bermitra dengan pihak lain karena banyak memiliki keuntungan , namun saat bermitra dengan pihak lain juga butuh kepercayaan yan tinggi

  2. Bagus sekali infonya, tapi menurutku ada satu poin yg sangat penting yaitu strategi marketing, karena sebagusnya produk/layanan yg kita kembangkan kalau tidak dikenal orang maka hasilnya juga tidak maksimal

  3. enterpreneurship memang menyenangkan saat hasilnya bagus, tapi sulit saat lagi cekak, apalagi yang masih, baru. ada tips kah buat usaha kita yang kita jalanin sama temen baik dan dekat ?

  4. Saya setuju dengan point kedua berpartner dengan pihak lain.

    Perusahaan tempat saya bekerja merupakan salah satu perusahaan milik Ciputra Group dan bekerjasama dengan salah satu Perusahaan besar di Palembang untuk membangun kota baru di Palembang, berikut ini ada contoh salah satu rumah huniannya

    http://www.citragrandcity.com/residential/autumn-forrest/orange-maple/

    Semoga informasi ini bermanfaat juga bagi saudara, melihat keberhasilan membuka usaha dengan berpartner.

    Terima Kasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s