Tag

,

Ini masih kegalauan soal ballpoint. Mau nulis, tapi ballpointnya gak enak dipakainya. Jadi gak semangat.

Pekerjaan saya – sebagai dosen – banyak menuntut untuk menulis. Corat-coret. Tetapi untuk pilihan alat kerja, yaitu ballpoint, malah pilih yang murah meriah dan tidak enak. Bukankah seharusnya untuk alat kerja kita memilih yang terbaik (dan paling nyaman)? Lucu aja ya … hi hi hi.

Kata orang sih kita memilih yang paling murah karena alat kerja kita – sang ballpoint – sering hilang. Ketinggalan. Lupa disimpan dimana. Terjatuh. Apalah. Sayang juga kalau harga ballpointnya ratusan ribu dan hilang terus. Mendingan pakai ballpoint yang harganya hanya ribuan rupiah saja. he he he. Betul juga sih.

Mau beli ballpoint yang bagus ah. Mahal juga tidak apa-apa. hi hi hi.