Mari Kita Blokir Memblokir

Sekarang sedang ramai dibicarakan tentang blokiran situs tertentu karena dianggap terkait dengan radikalisme(?) sesuai dengan permintaan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). [Link Kominfo.] Riuh rendah pendapat dan komentar di media sosial (Facebook, Twitter). Ada yang menuduh pemerintah anti Islam. Padahal tuduhan ini tidak benar, tetapi begitulah pendapat yang ada di dunia siber Indonesia. Kominfo kurang public relation nampaknya. hi hi hi.

Tidak produktif. Sebetulnya blokir memblokir ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya sudah diterapkanΒ  blokiran dengan alasan pornografi. Sekarang alasannya adalah terkait dengan radikalisme. Nanti lama kelamaan alasannya adalah tidak sesuai dengan budaya Indonesia atau bahkan beda cara pandang dengan Pemerintah. Ini berbahaya. Padahal jaman pak Harto-pun internet Indonesia tidak pernah ada blokir-blokiran.

Dari dahulu saya berpendapat bahwa blokir-memblokir yang dilakukan Pemerintah ini kurang tepat. Terlalu banyak cara untuk melewati pemblokiran tersebut. Ini menjadi kontraproduktif. Kita jadi sibuk memblokir dan membuat anti-blokir. (Nanti dilanjutkan dengan anti-anti-blokir dan anti-anti-anti-blokir … dan seterusnya.)

Cara terbaik untuk menangani kasus-kasus perbedaan pendapat dan sejenisnya adalah dengan pendidikan dan perbanyak konten positif. Cara ini lebih elegan dan berkesinambungan (long lasting).

Ayo kita perbanyak konten yang positif. Mosok kita hanya bisa berkeluh kesah?

35 Comments

  1. tidak produktif dan juga tidak efektif menurut saya pemblokiran ini cuman sekedar formalitas aja terlalu banyak cara untuk menembus blokiran itu semua saya setuju pak budi eh.. jadi ingat barusan tadi malam saya coba oprek2 VPN gate public dan ternyata memang berhasil halah opo to yo…

  2. Website ini sebentar lagi juga akan kena blokir. Karena tidak sependapat dengan pemerintah. :v

  3. pemblokiran tak lebih karena ada penumpang gelap yang mengatasnamakan pemberantasan terorisme untuk tujuan yang lain, ini yang jarang dikritisi.

  4. idenya sih bagus,tapi kalau kebablasan takutnya kebebasan berpendapat di internet jadi memudar.daripada menghabiskan waktu buat berdebat,mending gunakan waktu buat mengisi internet dengan konten positif \(^_^)/

  5. perbanyak konten positif bagus pak, tapi dalam konteks pemblokiran situs2 yang sekarang terjadi, saya menangkap bahwa bapak menganggap situs2 tersebut isinya negatif..??? #logikaterbaliksaya

  6. Saya sih tidak setuju dengan pemblokiran situs-situs ini. Lain lagi dari kacamata pihak pengusul pemblokiran, yang beranggapan bahwa situs tersebut isinya negatif.
    Kalau bagi saya sih konten di facebook lebih banyak yang negatif daripada situs2 itu. he he he. Apa perlu facebook diblokir juga?

  7. Saya yakin BNPT sudah mempelajari situs2 tsb cukup dalam.
    Cara yg paling cepat dg blokir, klo dg pendidikan membutuhkan waktu lebih lama atau seperti saran p budi perbanyak konten posistif πŸ™‚

  8. Saya yakin bahwa BNPT sudah mempelajari situs2 tsb cukup dalam.
    Cara yg paling cepat dg blokir, klo dg pendidikan membutuhkan waktu lebih lama atau seperti saran p budi perbanyak konten posistif πŸ™‚

  9. ded… silahkan dibaca berita2 yang beredar, apakah bnpt mempelajarinya atau tidak, gimana bisa bilang mereka mempelajarinya kalau
    – tentang .com aja nggak paham?
    – ada situs pendukung bnpt yang malah di blokir…
    – tidak pernah komunikasi, tidak ada peringatan atau pemberitahuan…
    gimana bisa bilang mereka mempelajarinya??? :v
    ya cara paling cepat, mungkin anda termasuk penggemar yang instan2, yang penting kerja, mikir belakangan…
    sekali lagi, banyak2 baca….

  10. masalahnya terkadang beberapa isu menegakkan kebenaran seperti anti miras, prostitusi dan anti pornografi kok sekarang mulai dicap radikal kang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s