Carilah Tulisan Yang Baik

Jika ada pilihan makanan yang enak dan bergizi atau sampah, Anda pilih mana? Orang yang waras pasti pilih makanan yang enak dan bergizi. hi hi hi. Saya pilih yang itu. Maklum, kan saya orang waras. (Mana ada orang gila ngaku gila. he he he. Eh, ada. Temen saya! Tapi itu cerita lain.)

Badan, fisik, kita membutuhkan makanan. Bagaimana dengan jiwa, rohani, soul kita? Dia juga membutuhkan makanan. Salah satu “makanan”nya adalah melalui bacaan.

Anda punya pilihan lagi. Mana yang akan Anda pilih? Bacaan yang enak dibaca dan membuat jiwa kita senang atau bacaan yang isinya maki-makian (sampah)? Kalau dahulu, ada banyak buku yang bagus-bagus. Sayangnya sekarang buku sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan media sosial.

Dunia media sosial – facebooo, twitter, dan sejenisnya – penuh dengan pilihan itu. Ada tulisan-tulisan yang baik tetapi lebih banyak lagi maki-makian (baca: sampah). Saya melihat ada banyak orang yang memilih membaca maki-makian hanya karena satu aliran atau karena membenci pihak yang sama. Aneh saja, membaca kok memilih yang maki-makian. Apa asyiknya ya? Setelah membaca yang seperti itu, apa yang Anda rasakan? Nikmat? Bahagia? Ataukah justru menambah amarah, dendam, kesumat? Belum lagi tekanan darah yang ikut naik. hi hi hi.

Carilah tulisan yang baik. Yang membuka wawasan. Yang membuat Anda bahagia.

Kayaknya bisa jadi misi baru nih: menyediakan tulisan-tulisan yang enak untuk media sosial.

Iklan

21 pemikiran pada “Carilah Tulisan Yang Baik

  1. Sebenarnya saya mau promosi bahwa blog saya juga (punya misi) menyediakan tulisan yang enak dan (semoga) bergizi. Tapi gak jadi, takut dikira nyepam, hehe.

    #lahterusinikomenapa

  2. semua perkataan buruk hanya membuat lelah pak, setuju dengan bapak, perkataan buruk itu seperti makan buruk, jadi sumber penyakit… nongkrong di akun2 yang isinya sampah sama dengan nongkrong di tempat pembuangan sampah…

  3. iya, memang tulisan yang berkualitas di media sosial itu ada tapi sedikit, semoga tulisan yang tidak baik (baca: sampah) bisa segera dikalahkan oleh tulisan yang baik dan bermutu 🙂

  4. Cara terbaik untuk menghindar kritikan, pokoknya saya ga salah. Unfollow, blokir, unfriend! Terkadang kritikan itu bisa membuat hati menjadi panas, bagi kuping tipis. Naik bajaj. Hihui..hihui..

  5. tulisan yang ‘ringan’ jika bermanfaat itu lebih baik untuk dikonsumsi.
    ‘ringan’ -> ngak ikut2an media umum.

  6. Hehehe… Blog ini sala satunya, ya Pak? 😉

    Menyediakan topik ringan namun sarat makna. Saya banyak belajar dari Bapak. Top markotop deh pokoke…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s