Indonesia Darurat Malware

Dunia digemparkan dengan munculnya virus Ebola di Afrika. Korban berjatuhan dan upaya untuk mengatasinya dikerahkan di seluruh dunia. Ini bukan masalah Afrika saja, tetapi juga masalah seluruh dunia.

Apa dampak virus Ebola ini bagi Afrika? Orang menjadi takut untuk berkunjung ke sana. Ada nilai ekonomis di sana.

Ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan. Akademisi melakukan penelitian. Pelaku bisnis mengembangkan produk yang dapat dibeli dengan harga murah. Pemerintah memberikan dukungan melalui berbagi cara. Semua bahu membahu.

Mari kita terbang ke dunia lain, ke dunia cyber Indonesia. Jutaan virus – malware (malicious software) – menginfeksi komputer dan perangkat digital milik orang Indonesia. Sudah menjadi korban, kita pun dituduh menyebarkan malware ini. (Ada banyak statistik tentang ini, tetapi saya tidak akan menuliskannya di sini. Rekan-rekan yang lain akan menceritakan hal ini.) Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Tidak terlalu salah jika kita katakan saat ini “Indonesia Darurat Malware”.

Sama seperti di Afrika, ada dampak juga bagi Indonesia. Indonesia boleh jadi dapat dikenal sebagai tempat masalah di dunia cyber. Sumber penyakit. Maka Indonesia akan dihindari dari dunia transaksi elektronik. Orang akan ragu untuk berinvestasi ke Indonesia.

Apa yang sudah dan akan kita lakukan? Apakah kita akan berpangku tangan? Tentu saja TIDAK!

Hari ini, Selasa 5 Mei 2015, kita berkumpul di Gedung Telkom Japati Bandung untuk berembug. Akademisi, peneliti, praktisi, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah – kita semua – berkumpul. Sama dengan upaya penanganan virus Ebola tersebut, kita juga harus bergegas untuk mencari solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Saya berharap tumbuh penelitian-penelitian tentang malware di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah, munculnya perusahaan anti virus (penanganan malware) di Indonesia yang dikembangkan oleh para entrepreneur muda. Ini semua membutuhkan dukungan dan keberpihakan dari pemerintah.

Semoga usaha kita ini bermanfaat, tidak hanya bagi Indonesia saja tetapi juga bagi seluruh dunia. Aaamiiin.

Iklan

15 pemikiran pada “Indonesia Darurat Malware

  1. Lucu juga acaranya diselenggarakan di gedung Telkom. Telkom sendiri melakukan injeksi iklan ke pelanggannya dengan cfs.u-ad.info. Mudah-mudahan termasuk kategori yang dibahas.

  2. Indonesia negeri serba darurat. Darurat narkoba, darurat gizi, darurat kekerasan terhadap anak, darurat pornografi, darurat tayangan tv, darurat guru SD, sekarang darurat malware, kemarin darurat ISIS, darurat blokir, darurat apalagi?

  3. Di sini kan masalahnya bejibun, dari kebocoran soal UN, malware sampai KPK,
    Bagaimana caranya menentukan skala prioritas untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut ya?
    Thanks

  4. baidu termasuk malware bukan? saya kadang dimintai tolong teman membersihkan baidu dari komputer windows mereka 🙂

  5. Harusnya yang lebih daruruat lagi US dan Cina.
    Tapi paling tidak Pak Budi mengingatkan kita supaya lebih hati2

    Kitga berharap tumbuh penelitian-penelitian tentang malware di PT dan Sekolah2, maupun perusahaan anti virus di Indonesia

    Mari kita dukung. Semoga bermanfaat untuk Indonesia, terutama.

  6. Saya sering tu kena malware…apalagi kalau mau download sesuatu.

    Btw, internet positif itu termasuk malware nggak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s