Ke(tidak)amanan Perangkat Digital

Apakah benar perangkat digital – seperti handphone, tablet, notebook, dan teman-temannya – tidak aman? Kita mendengar berita tentang penyadapan handphone dari pejabat-pejabat Indonesia (dan dunia). Apakah sedemikian mudahnya disadap? Jawaban siangkatnya adalah “YA”.

Baru-baru ini kabel yang digunakan untuk men-charge dan transfer data iPhone saya rusak. Saya membeli kabel yang bukan asli, meskipun harganya masih mahal juga – 200 ribu rupaih. Beberapa minggu dia jalan, kemudian tiba-tiba tidak jalan. Si iPhone marah-marah dan mengatakan bahwa perangkat (kabel) saya tidak didukung oleh iPhone. Saya terpaksa beli lagi yang harganya 150 ribu rupiah. Lagi-lagi dia jalan untuk beberapa minggu dan kemudian tidka jalan lagi.

Bagaimana si iPhone tahu bahwa kabel saya ini kw, bukan asli? Cari info ke sana kemari, akhirnya tahu bahwa di kabel untuk men-charge iPhone itu ternyata ada sebuah chip. Kecil sekali bentuknya sehingga terlihat seperti colokan kabel USB biasa saja. Chip ini mengidentifikasi bahwa kabel itu resmi mendukung produk Apple atau tidak. Halah!

Link terkait:

Pikir-pikir, kalau sekarang dia bisa mengidentifikasikan perangkat maka apa yang menghalangi dia untuk mengirimkan data ke pihak lain? Katakanlah ke NSA di Amerika. Hadoh.

Kayaknya kita bisa buat charger yang ngambil data dari handphone yang menggunakan charger itu. Nah.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

17 responses to “Ke(tidak)amanan Perangkat Digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: