Kemampuan Membaca Instruksi

Ada cerita lucu, sebuah perusahaan menawarkan pekerjaan. Di dalam tawaran pekerjaannya itu disebutkan bahwa yang berminat harap membalas melalui email karena komunikasi akan dilakukan melalui email tertentu (disebutkan alamat emailnya). Tidak ada pertemuan fisik. Bagi yang tidak dapat mengerti instruksi ini tidak perlu melamar. Ternyata tidak sedikit yang menanyakan surat lamaran mau diantar (secara fisik) ke alamat mana. he he he. Ada juga yang tanya, diemailkan kemana? Lah, itu ada di instruksinya.

Anda punya contoh sejenis?

Hal semacam ini sering saya temui dengan konteks yang berbeda. Sampai sekarang! (curcol)

Saya tidak tahu apakah ini disebabkan banyak orang yang terburu-buru membaca instruksi atau tidak dapat membaca instruksi. Atau, lebih parah lagi, tidak bisa membaca. Hadoh.

Sebetulnya ada dugaan lain, yaitu banyak orang yang malas! Daripada repot-repot baca dan mengerti, lebih baik tanya saja langsung. Ini budaya minta disuapi. Ya ampun. Yang ini harus panjang lagi solusinya.

Iklan

10 pemikiran pada “Kemampuan Membaca Instruksi

  1. inilah kontradiksi pendidikan di Indonesia. di satu sisi mayoritas cara mendidik adalah guru ngomong murid cuma mendengar, jadi seharusnya yang namanya mendengarkan instruksi itu sudah bisa, tapi di sisi lain kok ya instruksi sudah jelas tertulis tetap banyak yang mengabaikan.

  2. Bagi saya ini mempermudah saya menyeleksi orang pak. Dari sini saja bisa terlihat mana karyawan yang tidak seharusnya kita pekerjakan.

    Di Linkedin adalah gudangnya para idiot seperti ini. Sudah diberi alamat Email dan instruksi untuk mengirim ke alamat email tersebut, tapi mereka tetap mengisi di kolom komentar, please review my profile.

    Mengapa hal tersebut memperlihatkan kebodohan yang akut ?

    1. Artinya orang tersebut tidak bisa mengikuti instruksi dengan benar (low IQ).

    2. Mereka tidak sadar bahwa komentar tersebut bisa dilihat oleh semua orang, termasuk bosnya (low EQ).

  3. haha betul sekali, saya sering pasang iklan, tetapi banyak juga yang masih tanya, padahal sudah dijelaskan di iklan.
    Sering sekali orang malas membaca atau instruksi yang sudah tertera.

  4. setuju, masih sering sekali ditemukan nih yg seperti ini. Kalau lagi ngadain kuis tuh banyak peserta yg nanya terms & conditions yang jelas2 udah ada di banner campaign haduh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s