Tag

,

Ada cerita lucu, sebuah perusahaan menawarkan pekerjaan. Di dalam tawaran pekerjaannya itu disebutkan bahwa yang berminat harap membalas melalui email karena komunikasi akan dilakukan melalui email tertentu (disebutkan alamat emailnya). Tidak ada pertemuan fisik. Bagi yang tidak dapat mengerti instruksi ini tidak perlu melamar. Ternyata tidak sedikit yang menanyakan surat lamaran mau diantar (secara fisik) ke alamat mana. he he he. Ada juga yang tanya, diemailkan kemana? Lah, itu ada di instruksinya.

Anda punya contoh sejenis?

Hal semacam ini sering saya temui dengan konteks yang berbeda. Sampai sekarang! (curcol)

Saya tidak tahu apakah ini disebabkan banyak orang yang terburu-buru membaca instruksi atau tidak dapat membaca instruksi. Atau, lebih parah lagi, tidak bisa membaca. Hadoh.

Sebetulnya ada dugaan lain, yaitu banyak orang yang malas! Daripada repot-repot baca dan mengerti, lebih baik tanya saja langsung. Ini budaya minta disuapi. Ya ampun. Yang ini harus panjang lagi solusinya.