Tag

,

Akhir-akhir ini saya merasa kekurangan bacaan online yang menarik. Bacaan online saya cari ketika saya tidak punya akses ke buku (konvensional).Ya terpaksa cari bacaan online.

Kalau dahulu, saya masih mengakses situs berita semacam detik.com dan sejenisnya. Sekarang tidak lagi. Ada banyak alasannya. Yang pertama adalah cara menampilkan berita di situs itu sekarang dipotong-potong jadi beberapa halaman. Mungkin ini untuk membuat traffic semu? Sebagai contoh, yang dahulunya dapat dibaca 1 halaman sekarang harus mengklik 3 atau 4 kali untuk membaca keseluruhan berita. Mungkin dengan cara begini di log tercatat 4 kali akses. Padahal ini semu.

Berita yang ada di situs-situs itu juga sekarang sering tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Salah mengutip. Atau penulisannya tidak menarik. Hambar. Data saja. Seperti tidak ada wartawan yang bagus saja. Maaf.

Media sosial juga dahulu lebih menarik karena orang menuliskan berbagai hal secara kreatif. Cara masing-masing. Kalau sekarang, kebanyakan hanya melakukan re-share, re-post, re-tweet, dan re-re lainnya. Sekali-sekali tidak mengapa, tetapi kalau sebagian besar orang melakukan itu menjadi membosankan dan mengesalkan, Tidak ada kreativitas lagi.

Ubak-ubek, ke sana, ke sini. Gak nemu juga. Akhirnya ya terpaksa ngeblog seperti. Biarpun keluh kesah, ini tetap orisinal. he he he. (Padahal sesungguhnya ini bertentangan dengan prinsip yang saya anut, yaitu menuliskan hal yang positif-positif.)