Potret Kondisi SDM Indonesia

Tulisan ini merupakan dugaan saya – kalau tidak dapat dikatakan pengamatan – mengenai kondisi sumber daya manusia (SDM) di sekitar saya. Saya coba tampilkan ini dalam bentuk gambar dahulu.

IMG_9373 kenyataan sdm

Lulusan sekolahan (perguruan tinggi) atau calon pekerja merasa bahwa kemampuannya sudah bagus. Alasannya adalah dia membandingkan dirinya dengan kawan-kawan di sekitarnya. Karena kebanyakan kawan-kawannya biasa-biasa saja, maka dia merasa sudah jago. Hebat. Bahkan ada yang menjadi juara di kelasnya. Dia tidak membandingkan dirinya dengan “kawan-kawan” (peer) di luar negeri, yang sesungguhnya merupakan saingan dia.

Kenyataannya, industri atau tempat mereka akan bekerja membutuhkan kemampuan pekerja di atas itu. Para pekerja yang baru lulus dan baru mulai bekerja kaget dengan kebutuhan yang ada. Sebagai contoh, sering saya menanyakan kepada calon pekerja yang akan menjadi programmer mengenai bahasa (atau framework, tools, library) yang mereka kuasai. Banyak yang hanya berkutat di PHP saja. Tidak banyak yang pernah membuat skrip dalam bahasa Perl / Python / Ruby / sh / (dan bahasa interpreter lainnya). Barulah mereka sadar bahwa mereka itu kuper (kurang pergaulan) ketika menjadi mahasiswa. Itulah sebabnya ketika menjadi mahasiswa, jangan hanya kuliah saja.

Lebih parah lagi, kebutuhan di tempat saya lebih tinggi dari kebutuhan rata-rata di industri. Jangan ditanya kenapa. he he he. Jadi ekspektasi saya selalu meleset. Ugh!

Judul tulisan ini mungkin terlalu bombastis. Seharusnya saya tidak menyamaratakan dan membuat klaim “Indonesia”. Mungkin apa yang saya sampaikan ini hanya berlaku di lingkungan saya.

Iklan

13 pemikiran pada “Potret Kondisi SDM Indonesia

  1. Ikutan ngobrol pak hehe..
    Sebagian besar saya setuju pak, terlebih untuk urusan framework & library, mayoritas yang saya kenal kurang begitu bagus juga dalam membedakan, ada libs di bilang framework, dan sebaliknya, saya masih belum bicarakan penguasaannya hehe..
    Dan untuk perkara PHP, saya pribadi sedang berusaha me-NodeJS-kan disekitar saya, berharap mereka selain ngoprek PHP dan attribute-nya, mereka mau melek juga sama tech lain yg lebih asik menurut saya ( semoga menurut mereka juga ) wkwkwk..
    Sebulan kebelakang saya bareng temen kumpulin beberapa anak SMK di salah satu daerah di Bandung ( untuk keperluan pengerjaan salah satu proyek ), padahal saya sudah optimis kalau mereka minimal mau buat belajar hal baru yg jadi kebutuhannya, tapi sepertinya kalah sebelum berperang, nyerah mereka pak wkwkwk.. Kalau tukang sarjana, rada manja pak, jadi greget dibuatnya wakakak

  2. Menurut saya memang benar dengan apa yang pak Bud bilang barusan. Tidak hanya di dunia IT, dibidang lainpun juga begitu. Terasa sekali ketika sudah memasuki dunia kerja pak 🙂

  3. Betul sekali pak. Saya sebagai lulusan PT seringkali merasakan penyesalan teramat dalam, kenapa saat masih mahasiswa ‘kuper’ dengan berbagai teknologi terkini. Dan hanya berkutat pada bahasa pemograman/teknologi mainstream yang diajarkan saja. Dan ketika masuk dunia kerja, baru terasa gap yang sangat jauh antara kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan dunia industri. Akhirnya dengan tersengal-sengal berupaya mengejar ketertinggalan tersebut, semoga belum terlambat. 🙂

  4. sekian banyak interview programmer PHP, yang menarik perhatian saya kalau ada yang mencantumkan skill perl/python atau yang pernah melihara server. yang bisa selain PHP tersebut kebanyakan researcher types, yang memang ada curiosity untuk menggunakan tools lain.

  5. Lucu ya, minta yg experienced bisa perl phyton framework macem2 tapi maunya fresh grad. Kurang budget kali kantor situ

  6. Betul banget mas, dan ini ada kaitannya dengan lembaga pendidikan indonesia yang mengajarka siswanya utuk bersudut pandang seperti itu itu saja. Saya pese artikel tentang bagaimana indonesia harus bertindak denga sikap tegas untuk melatih penduduknya menggunakan cara pandang yang hebat. Terimakasih

  7. Setuju Pak, lulusan perguruan tinggi sebagai calon pekerja merasa kemampuannya sudah bagus, mungkin mereka belum merasa bahwa saingannya seenarnya adalah adalah orang-orang dari luar negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s