Tag

, ,

Akhir-akhir ini ada banyak berita tentang sekolah abal-abal, wisuda abal-abal, ijasah abal-abal. Sebagai seorang pengajar, rasanya sedih banget. Tapi ini adalah kenyataan di Indonesia.

Belajar itu adalah proses seumur hidup. Dia tidak berhenti hanya dengan diterimanya selembar kertas; ijazah atau sertifikat. Semakin kita belajar, semakin kita paham akan banyak hal yang belum kita kuasai. Itu memang hukum alamnya. Jadi kalau yang berhenti belajar, itu sesungguhnya melawan kodrat hukum alam.

Saya mengalami sendiri berhadapan dengan mahasiswa yang kuliah hanya untuk sekedar menunaikan kewajiban SKS saja. Dia tidak peduli akan ilmunya. Yang penting hadir dan ikut ujian. Tidak ada rasa keingintahuan (curiousity). Padahal saya sudah serius mencurahkan seluruh daya upaya untuk menurunkan ilmu saya kepada sang mahasiswa. Mereka tidak sadar bahwa ilmu saya ini dicari banyak orang dan harganya mahal. Sayang sekali tidak dimanfaatkan.

Tentu saja ada banyak dosen (guru) yang bekerja hanya untuk memenuhi persyaratan administratif; datang dan bicara. Mereka tidak sungguh-sungguh ingin mengajar. Mungkin dahulunya ada idealisme untuk mengajar, tetapi kenyataan membuat mereka patah semangat dan kemudian sama dengan mahasiswanya; penuhi syarat administratif saja. Lengkaplah sudah keterpurukan pendidikan di Indonesia.

Untuk belajar, carilah guru yang bagus. I am a good teacher! (Self proclaimed? ha ha ha)

Tapi, saya tidak menyerah. Masih ada banyak orang yang ingin berguru tetapi belum menemukan guru atau sumber ilmu yang pas saja. Jangan menyerah.