Berguru

Akhir-akhir ini ada banyak berita tentang sekolah abal-abal, wisuda abal-abal, ijasah abal-abal. Sebagai seorang pengajar, rasanya sedih banget. Tapi ini adalah kenyataan di Indonesia.

Belajar itu adalah proses seumur hidup. Dia tidak berhenti hanya dengan diterimanya selembar kertas; ijazah atau sertifikat. Semakin kita belajar, semakin kita paham akan banyak hal yang belum kita kuasai. Itu memang hukum alamnya. Jadi kalau yang berhenti belajar, itu sesungguhnya melawan kodrat hukum alam.

Saya mengalami sendiri berhadapan dengan mahasiswa yang kuliah hanya untuk sekedar menunaikan kewajiban SKS saja. Dia tidak peduli akan ilmunya. Yang penting hadir dan ikut ujian. Tidak ada rasa keingintahuan (curiousity). Padahal saya sudah serius mencurahkan seluruh daya upaya untuk menurunkan ilmu saya kepada sang mahasiswa. Mereka tidak sadar bahwa ilmu saya ini dicari banyak orang dan harganya mahal. Sayang sekali tidak dimanfaatkan.

Tentu saja ada banyak dosen (guru) yang bekerja hanya untuk memenuhi persyaratan administratif; datang dan bicara. Mereka tidak sungguh-sungguh ingin mengajar. Mungkin dahulunya ada idealisme untuk mengajar, tetapi kenyataan membuat mereka patah semangat dan kemudian sama dengan mahasiswanya; penuhi syarat administratif saja. Lengkaplah sudah keterpurukan pendidikan di Indonesia.

Untuk belajar, carilah guru yang bagus. I am a good teacher! (Self proclaimed? ha ha ha)

Tapi, saya tidak menyerah. Masih ada banyak orang yang ingin berguru tetapi belum menemukan guru atau sumber ilmu yang pas saja. Jangan menyerah.

Iklan

8 pemikiran pada “Berguru

  1. Ini pengakuan nyata: Seorang teman mendapat gelar S.Ag selama 4 tahun dengan perkuliahan penuh (katakan 4 hari per minggu) mengaku sakit hati dengan sesama sarjana agama yang kuliah dua hari per minggu kurang dari 4 tahun. Apa yang bikin sakit hati? apresiasi yang sama dari otoritas pendidikan. celaka.

  2. Saya ingin berguru ke pak Budi. Gpp gak dijawab komen saya, bagi saya membaca tulisan Bapak saya sudah merasa berguru, karena tulisan-2 Bapak yang sering menginspirasi dan memotivasi saya, dan mungkin pembaca yang lain.

    Hehe… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s