Tag

,

Dunia media sosial masih belum betul-betul kita pahami. Ambil twitter. Menurut saya, dia memiliki karakter yang aneh.

Pada awalnya, saya dan banyak orang, beranggapan bahwa banyaknya pengikut (follower) atau yang menyukai (like / favorite) tweet kita itu bergantung kepada isi tweet atau tulisan kita. Untuk menguji hal ini, saya membuat dua account twitter: rahard dan buditweet. Awalnya, rahard saya isi dengan tulisan sekenanya. Gak pakai dipikir. Asal nulis saja. Sementara itu buditweet isinya lebih “berkualitas”. Ternyata, akun rahard yang tetap lebih populer. Kesimpulan saya adalah orang mengikuti akun twitter seseorang itu karena orangnya, bukan karena tulisannya.

Minggu lalu, kang Emil (Ridwan Kamil) yang walikota Bandung menampilkan ini di twitternya Instagramnya.

ridwan kamil kosong

Isinya kosong. Lihat saja, yang me-like tetap banyak. Orang mengikuti Ridwan Kamil karena Ridwan Kamil. Biarpun tulisan atau fotonya kosong, tetap di-like juga. he he he. Jadi, lain kali Anda tidak perlu harus mencari kata-kata mutiara untuk menuliskan status twitter Anda. Atau media sosial lainnya.