Kesibukan

Lapor soal kesibukan. Bahwa saya, sedang sibuk. he he he.

Contohnya begini. Tadi pagi saya harus bangun pukul 3 pagi (sebetulnya sih kurang dari pukul 3) karena berangkat (nyupir sendiri) ke Jakarta pukul 3:30 pagi. Sesampainya di Jakarta, istirahat bentar, terus ke tempat klien. Setelah Jum’atan, ngasih presentasi sampai sore. Setelah itu nyimpan mobil di hotel dan lanjut meeting ke BI dan satu meeting lagi. Akibatnya, latihan band terpaksa terlewat. Sampai hotel lagi sudah malam. Belum sempat makan malam. Eh, sempat ding, tadi bawa roti satu biji (atau buah sih?).

Sekarang sampai di hotel sudah capek sekali. Pesan makan via room service gak nongol-ngongol sudah jam. Ditelepon, alasannya banyak tamunya. Oh ya, ini Jum’at malam sih ya. Ditanya kapan akan dikirim, secepatnya. Yaelah, jawaban klasik. Tahu gitu nasi padang yang tadi dikasih di meeting saya bawa aja. Eh, sebetulnya tadi bawa satu bungkus tetapi saya berikan ke sopir taksi. Sekarang saya kelaparan. Gak nyesel juga ngasih ke sopir taksi karena saya pun malam-malam begini kayaknya perutnya gak kuat makanan pedas.

Gara-gara perut lapar, isi blog kayak begini. Mau saya tinggal tidur aja ah. Ngantuk mengalahkan lapar.

Iklan

12 pemikiran pada “Kesibukan

  1. Dear Pak Budi,
    Saya audiens Bapak Jumat kemarin di Pondok Indah, luar biasa inspiring Pak. Saya sependapat dengan Bapak soal menggunakan teknologi dengan bijak daripada ikut arus dan diperbudak teknologi. (Yang terakhir itu bahasa saya, bukan dari Bapak.)

    Saya memimpikan orang-orang seperti Bapak punya ruang yang pas di negeri ini sehingga bangsa ini bisa hidup dengan maju namun tetap kritis wajar. Saya ingat betapa terobosan teknologi seperti pesawat terbang, mobil listrik, satelit dan dunia Bapak IT, masih harus berjuang sendiri.

    Infrastruktur internet yang makin maju, selayaknya jika membuat kita makin kreatif dan produktif. Kuncinya adalah pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya kepada semua lapisan masyarakat (seperti yang Bapak perjuangkan, meskipun tersandung-sandung birokrasi dan administrasi). Sudah siapkah kita menggunakan gawai canggih dalam samudra konektivitas yang sedemikian cepat dan mudah sehingga manfaatnya jauh lebih menonjol daripada mudharatnya.

    Selamat berjuang Pak, semoga bisa bertemu Anda kembali.
    Terimakasih,

    Amin

  2. Keren nih Pak Budi, dalam keadaan lapar masih sempat update blog. Kalau saya mah, udah mager (males gerak), soalnya kalau lapar saya suka pusing, gemeteran, jadi nggak mood buat ngapa-ngapain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s