Tag

,

Salah satu aspek dari memberikan presentasi adalah improvisasi. he he he. Ini terjadi mana kala situasi membutuhkan aksi yang drastis.

Tadi pagi, saya memberikan presentasi di acara Big Data. Masalahnya adalah pergantian slide diatur oleh panitia. Biasanya saya mengganti slide sendiri sebagai bagian dari teknik presentasi saya. (Ini cerita lain, tapi bagi yang sudah pernah mendengarkan teknik presentasi saya tentu tahu trik itu.) Yang lebih “menarik” lagi adalah tim yang menggerakkan slide berada di bagian lain dari ruang presentasi. (Ceritanya alat sorot – mau disebut infocus kok nyebut merek – tidak jalan pas acara mau mulai. Panitia harus berimprovisasi.) Tambahan lebih menarik lagi tim ini tidak dapat mendengarkan suara presenter. Maka pusinglah sang presenter.

Setelah melihat situasi ini dan melihat beberapa usulan, saya mengusulkan kepada tim slide bahwa kalau saya mau memajukan slide maka saya menggerakkan tangan kanan saya seperti meng-slide (atau malah seperti melambaikan tangan). Kalau mau mundur slidenya, saya menggunakan tangan kiri. Tujuannya adalah tim slide bisa melihat gerakan saya dan tidak perlu mendengarkan apa kata saya, yang memang tidak dapat mereka dengar.

Sukses! hi hi hi. Memang presenter harus siap-siap dengan improvisasi.

Acaranya sendiri keren. Sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi semua booth yang ada.