Pengamat Jadi-jadian

Pasca aksi terorisme kemarin muncul analisis aneh-aneh dan lucu-lucu dari orang-orang yang merasa dirinya pengamat. Seperti ini adalah pengalihan isyu atau direncanakan oleh pihak pemerintah. Yang seperti ini apakah sebaiknya dibiarkan saja atau diberi pencerahan? Kalau dibiarkan saja nanti banyak orang yang terpengaruh oleh analisis yang menjerumuskan tersebut. Kalau diajari, capek juga. Pasalnya umumnya para “pengamat” ini memang tidak ingin diajari dan justru memanfaatkan situasi dan keluguan masyarakat untuk kepentingan dirinya (dalam bentuk popularitas). Bagaimana menurut Anda?

Serahkan analisis kepada pakarnya, bukan kepada pengamat jadi-jadian. Para pakar sesungguhnya sudah menekuni ilmunya bertahun-tahun dan sungguh-sungguh. Bukan hanya anak kemarin sore. Dan perlu kita sadari juga ada banyak hal yang tidak dapat diungkapkan kepada publik. Belum waktunya.

Oh ya, sayapun bukan pengamat. Saya hanya obyek penderita saja. Yang ini betulan, bukan jadi-jadian. (Kendaraan saya diparkir di area kejadian ugh. Saya terpaksa tidak bisa pulang ke Bandung hari itu juga.)

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

14 responses to “Pengamat Jadi-jadian

  • finadamayanthi

    Sisi positifnya, setidaknya pengamat gadungan itu bisa sedikit melipur lara dan meringankan ketegangan pasca teror bom. Meme-meme bertebaran, para pemirsa tertawa, dan tidak ada lagi yang ditakutkan. Anehnya, meski hasil pengamatan terbilang abal-abal, banyak yang percaya dan nge-like –“

  • Ahmad Akhyar

    anda juga bikin analisa. anda juga pengamat, cuma gak mau ngaku aja:)

  • chandrapzm

    Dengan sedikit data yang entah sudah valid atau belum banyak yang sudah berani menyimpulkan. contoh diawal-awal kejadian bom simpang sarinah kemaren, ada video 11 detik yang menunjukkan orang pake baju putih celana krem memegang senjata. Langsung lah pada bermunculan “dianalisa” orang itu adalah salah satu pelaku. Eh tau tau ternyata orang itu adalah AKBP Untung. Untung si AKBP ga mau memperpanjang dengan mempersalahkan orang-orang yang menganalisa dia adalah pelaku cuma dengan berbekal “video 11 detik”

  • Mandailing Natal

    wakkakakka…. pengamat jadi-jadian yang banyak.. terlalu banyak pengamat jadi kurang yang berbuat..

  • luqmanelhanif

    rakyat emang suka “bumbu” kehidupan pak

  • Ignatius Wijayatmo

    punch line bagian akhir pecah banget mas.

  • Amin

    Biarkan saja banyak pengamat jadi-jadian atau tidak yang penting bagaimana kita selalu dapat merespon yang benar yang sesungguhnya. Jangan terkecoh dengan keadaan.

  • Ariesusduabelas2

    Hahaha. Berkonspirasi memang asyik, Pak. Mengaitkan hal ini dengan hal yang lain padahal belum tentu ada kaitannya juga.

  • Moch Rizal

    Orang Indonesia ini hobinya jadi pengamat, karena lebih gampang jadi pengamat di banding yang menjalani. Pengamat tidak ada resikonya, paling kalau analisisnya salah tinggal bilang sorry, orang kita mah mudah memaafkan

  • Beni

    Banyak Pengamat dadakan paska terjadi bom di jakarta….mungkin lebih tepatnya masyarakat ini memberi komentar atas kejadian tersebut..

  • biolo original

    itulah orang indonesia gampang sekali menjadi pengamat dadakan

  • aLamathuR

    tanpa disadari, dengan mengangkat tulisan ini pun anda sebetulnya sudah menjadi seorang pengamat (atas kelakuan para pengamat jadi-jadian itu).. hahahaa…

    kalau dalam kacamata saya (meskipun sebetulnya saya tidak berkacamata), motif para pengamat jadi-jadian ini ada 3 :

    – mencari popularitas melalui kendaraan suatu issue hangat.
    – sengaja memutar balikkan fakta dan membuatnya menjadi kabur demi mengakomodir pihak2 tertentu yang punya kepentingan didalamnya atau
    – sengaja sebagai sarana pengalihan issue atas hal lain yang sedang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, tetapi tidak ingin diblowUp media yang berpotensi akan menjadi kegaduhan publik…

    demikian analisa saya (sebagai pengamat para pengamat jadian-jadian juga). Sekian dan terima kasih..

    Salam..

  • konveksi seragam jaket kaos

    pengamat itu harus hati hati, hehe salam kenalll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: