Promosi E-Commerce UMKM

Melanjutkan tulisan tentang e-Commerce untuk UMKM. Salah satu hasil kajian yang kami lakukan adalah UMKM sebaiknya memiliki web site sendiri untuk mempromosikan dan melakukan transaksi produknya. Situs web ini boleh dibuat sendiri, tetapi umumnya dibuatkan oleh pihak lain yang memang memfokuskan di sisi teknologi informasi. Penjual (UMKM-nya) dapat fokus ke membuat produknya.

Dalam kajian ini kami mencoba membuat situs web untuk delapan UMKM. Back-end, atau sistem yang digunakan adalah Hydro – yang merupakan produk dari Cyberlabs. Contoh dari situs yang kami coba adalah toko online Scarrymo.com. (Di bawah ini adalah contohnya.)

scarrymo1

Scarrymo adalah usaha yang menjual produk jamu (seperti dapat dilihat di situs webnya). Selain itu mereka juga menjual kacang teri. Tentu saja sebelum menuliskan di sini saya sudah mencoba produk-produk mereka. Enak! Seriously, enak.

Nah, saat ini kami mencoba mempromosikan situs-situs e-commerce UMKM ini. Mohon dicoba dan berikan umpan balik (feedback) kepada kami agar kajian kami menjadi baik dan bagi pelaku e-commerce sektor riil ini juga menjadi bermanfaat. Silahkan dicoba untuk memesan.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

17 responses to “Promosi E-Commerce UMKM

  • Ignatius Wijayatmo

    makasih mas buat infonyaa :))

  • dora

    Gunakan bukalapak, elevenia,tokopedia, blanja, lazada.

    Ngapain umkm bikin web sendiri, ngurusin pembayaran sendiri?

  • cahlasem

    Pak Budi, menarik sekali, mohon izin memberikan saran🙂
    Saya lebih tertarik jika websitenya lebih dioptimalkan ke sisi branding, tentang profil umkmnya, detail produknya, keunggulannya dibanding produk sejenis, kontak alamat kantor offlinenya, orang-orang dibalik usaha tersebut.
    Sementara untuk bagian jualannya, bisa menggunakan marketplace yang selama ini sudah ada seperti tokopedia dan bukalapak. Dari kacamata pembeli, dalam hal ini saya sendiri🙂 saya lebih sering mengecek untuk ketersediaan barang pada marketplace tersebut, sistem transaksi dan pembayarannya juga sudah terbukti dan aman dibanding jika saya harus transaksi di websitenya langsung, selain harus membuat akun baru, saya juga terkadang memikirkan sisi securitynya, akan sangat ribet jika umkm harus memikirkan security dari website mereka juga, apalagi ini sudah ranah e-commerce, gak bisa main-main.
    Demikian saran dari saya, maju terus UMKM indonesia.

  • Budi Rahardjo

    Ada kontra menggunakan marketplace yang sudah ada:

    (1) update harus manual. Jadi kalau misalnya kita punya produk A 20 biji, di market place A harus dientry secara MANUAL 20 biji, di marketplace B dientry (MANUAL juga) 20 biji, dan seterusnya. Kalau sudah terjual 3, maka di semua marketplace itu harus diupdate secara manual pula. Ini time consuming dan membuat UMKM gak sanggup untuk pasang di semua marketplace yang sudah ada. Biasanya mereka memilih 1 atau 2 saja.
    (2) dari sisi cash flow, pembayaran dipegang oleh marketplace dulu sehingga duit gak langsung ke UMKM. misal nunggu 21 hari. bagi UMKM, cash flow ini penting.
    (3) ketergantungan kepada marketplace. bagaimana kalau mereka tutup? jualan terpaksa pindah.
    Tentu saja ada keuntungan menggunakan marketplace. Hanya saja dari hasil diskusi, web site merupakan yang terbaik in the long run.
    (4) marketplace mengetahui dapur transaksi UMKM🙂 kadang ada yang gak mau ketahuan (karena alasan satu dan lain hal)

    Terima kasih atas feedback dari rekan-rekan.

  • dora

    1. Nah..buat aplikasi yang bisa mengupdate otomatis data marketplace berbarengan.

    2. Mending milih nunggu 21 hari, atau malah gak kejual sama sekali?

    3. Buat official website, yang tombol ‘buy’ melink ke marketplace tertentu. Kalau marketplace mati, tinggal ganti linknya.

    4. Katanya UMKM? Berapa banyak transaksi yang dilakukan sehingga takut diketahui orang? Lagian kalau marketplace tahu, takutnya kenapa? takut dilaporkan ke pajak?

  • Beni

    Dapet info lg nihh dari artikel ini..makasih pak…

  • no comment

    go online, terobosan marketing. pernah punya ide juga untuk mengembangkan umkm, Menarik beberapa orang pedagang dari sebuah pasar untuk berjualan online, dan mensupport mereka sampai bisa jalan sendiri, terus di tinggal, dan cari pedagang lain untuk mulai dari awal. suatu saat pasar itu akan menjadi besar.

    btw. pedagang pasarnya maksudnya adalah pasar spesifk, misal pasar yang terkenal karena produk tekstilnya

    Sayangnya kurang waktu untuk menjalankannya dan pasarnya jauh…..

  • Asuransi Pendidikan

    Setelah saya cek website nya ternyata tidak bisa di buka ya Pak Budi

  • adeandroids

    apakah menjalan bisnis E-commerse di media sosial juga bisa ???

  • danisgozali

    wah bisa banget

    ane coba di facebook

  • rezkyra

    biasanya klo makanan repot masalah pengirimannya deh mas,,,soalnya bisa rusak makanan yang dijualnya

  • Travel Malang

    Saya juga baru mencoba membuat website UMKM semoga saja berhasil, salam kenal

  • Linglee

    http://goo.gl/h9UWR7
    BReaking News Tangan Robot Dari Bali Rusak PErbaiki Perlu 2 BUlan !

  • servis airgun

    saya setuju tentang umkm go online.. semua segment bisnis khususnya umkm harus dilengkapi dengan e commerce yg mempermudah market dan transaksi

  • MarketinCompCourse

    makasih tambahan ilmunya gan.

    bagi agan yang berminat belajar membuat website bisa dilihat di situs berikut ini http://www.computer-course-center.com/web-design.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: