Harus Beli Disk Lagi

Hari Minggu ini bersih-bersih komputer. Berkas-berkas yang tidak perlu dihapus. Berkas-berkas dikelompokkan, dari direktori “Download” yang berantakan dimasukkan ke direktori yang sesuai. Wah. Ternyata disk komputer hampir penuh.

Salah satu cara yang harusnya dilakukan adalah lebih sering membuang berkas yang tidak penting, tetapi selalu saja malas melakukannya. Sekarang setelah berantakan jadi repot sendiri. Mengaturnya membutuhkan waktu yang ajegile busyet. Nampaknya lebih mudah membeli disk baru lagi saja.

Yang repot adalah komputer ini sudah ada tiga (3) disk. Tempatnya sudah habis. Disk yang dulu-dulu ukurannya masih kecil. Maklum, pada saat itu teknologinya baru segitu. Sekarang disk semakin besar dan semakin murah per-Bytes-nya. Mungkin yang bagus adalah beli disk yang sekalian besar (2 TBytes gitu) terus berkas-berkas yang lama dipindahkan sekalian ke situ.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

3 responses to “Harus Beli Disk Lagi

  • slimming

    bener sekali pak kadang kita suka males dalam menghapus file” yang sudah di gunakan,, ya jalan yang paling bagus mengganti dengan disk yang baru…

  • Belajar C++

    rasanya sayang kalo hapus file-file yang udah di download….

  • ventisca

    Pakai external drive saja Pak. Saya yakin, seperti yang terjadi pada saya, tidak semua file harus ready ketika komputer menyala. File seperti film, foto dan video untuk kategori “dokumentasi acara” misalnya bisa disimpan di luar PC.

    Karena ini sifatnya hanya sebagai “ektensi” dari internal drive dan sifatnya tidak mobile (statis), saya lebih memilih menggunakan power adapter karena selain terbebas dari limitasi besar dan kestabilan power dari USB port, power adapter juga menjamin dari kerusakan akibat kesalahan pemakaian seperti: kabel USB kecabut sebelum internal proses dari drive selesai. Kadang saya alami setelah “safely remove” pun harddisk external masih bekerja untuk beberapa saat walau kabel USB telah dicabut dari PC. Yang saya bayangkan adalah apabila external drive sepenuhnya bergantung dari USB power, kemungkinan harddisk bisa rusak prematur karena tidak menjalankan sequence yang seharusnya pada proses turn off sistem di dalam harddisk itu sendiri.

    Mungkin sejenis WesternDigital (Elements & MyBookPersonal) atau Seagate (Expansion Desktop & Backup Plus) cocok untuk kebutuhan Bapak.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: