Pentingnya Kaderisasi Kepemimpinan

Pemilihan, umum atau bukan, selalu menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Atau malah dihindari. Ekstrim memang. Namun, pemilihan umum menunjukkan sebuah masalah besar yang kita hadapi dan selalu kita hindari, yaitu krisis kepemimpinan.

Jarang sekali kita menemukan seorang pemimpin yang dengan mudah, secara aklamasi, kita pilih. Itu adalah momen yang sangat jarang terjadi. Okelah, tidak perlu sedramatis itu. Mungkin tidak semua sepakat, tetapi kemudian dalam perjalanannya sang pemimpin itu tumbuh dan kemudian memang menjadi pemimpin sungguhan.

Krisis kepemimpinan ini terjadi karena tidak terjadi proses kaderisasi. Kita berharap bahwa pemimpin itu tumbuh dengan sendirinya. Otomatis. Dia dilahirkan jadi pemimpin dan kemudian jadi. Begitu saja. Boleh jadi teori ini benar, yaitu seorang pemimpin dilahirkan sebagai pemimpin. Bakat dari kecil. Sisi lain adalah pemimpin harus dididik.

Salah satu bentuk proses pendidikan kepemimpinan adalah belajar dari hal-hal yang kecil. Mungkin dari sekolahnya, jadi ketua OSIS dululah. he he he. Kemudian meningkat dari sana. Masuk ke mahasiswa, menjadi bagian dari himpunan mahasiswa.

Masalahnya adalah proses pendidikan ini tidak ada yang mendesain. Kebanyakan hanya berorientasi kepada pengalaman sebelumnya. Mereka melihat apa yang sudah pernah dilakukan oleh kakak kelasnya, kemudian diulang kembali tanpa memahami kenapanya. Ini yang terjadi dengan orientasi studi (OS) atau mapram yang kita kenal itu. Seharusnya dia menjadi salah satu cara untuk mengajarkan kepemimpinan, tetapi yang terjadi adalah dia menjadi ajang penjajahan.

Saya melihat proses pendidikan kepemimpinan ini ada di militer. Maklum, di militer garis komando harus jelas. Harus jelas pimpinannya. Nah, apakah hal yang sama dapat dilakukan di luar militer? Dapat. Di dunia bisnis juga ada proses mentoring. Mengapa di dunia “kepemimpinan” (dalam artian politik, negara, dan sejenisnya) kurang menonjol ya? Saya yakin ada, tetapi mungkin tidak nampak.

Harus ada yang memikirkan pemimpin-pemimpin masa depan secara serius dan terprogram. By design, not by accident.

Oh, ya. Untuk contoh kecil krisis kepemimpinan dapat dilihat ketika kita saling dorong menolak untuk menjadi imam shalat berjamaah. hi hi hi.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

6 responses to “Pentingnya Kaderisasi Kepemimpinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: