Tag

,

Banyak yang ingin mengundang saya sebagai pembicara di tempat mereka. Seriously. Banyak banget. Masalah saya adalah waktu yang tersedia. Saya sudah punya komitmen dalam mengajar, membimbing, mentoring, dan menjalankan perusahaan. Ini semuanya membutuhkan waktu. (Saya termasuk dosen yang baik, yang mengajar hampir penuh waktu. Mengganti kelas yang ditinggal pergi itu tidak mudah. Harus cari kelas dan harus cari waktu yang kosong untuk mahasiswa. Mana sekarang mahasiswa waktunya juga padat. Jadi semakin susah mencari waktu kosong yang sama.)

Selain itu, saya tinggal di Bandung. Untuk mencapai kota yang dituju (jika di luar kota), dari Bandung tidak terlalu mudah. Masalahnya akan ada waktu untuk mencapai kota tersebut. Tidak bisa, pagi berangkat, siang presentasi, sore pulang lagi. Biasanya ada waktu sehari sebelumnya untuk berangkat. Hari presentasi. Kemudian hari untuk pulang. Jadi mungkin dibutuhkan waktu 2 atau 3 hari untuk satu presentasi di luar kota. (Ini tidak menghitung capeknya. he he he.) Padahal waktu kosong saya dalam 1 minggu hanya 1 hari. Nah.

Itulah sebabnya kalau saya ditanya bisakah menjadi pembicara, jawaban saya tidak bisa segera. Harus ngatur skedul dulu. Jika Anda tidak sabar, maka jawaban saya adalah tidak bisa!

Inilah sebabnya saya banyak menolak tawaran untuk menjadi pembicara di sana sini. Bukannya saya tidak mau, tetapi waktunya yang belum ada.

Nah, kalau di Bandung lebih mudah. (Meskipun ini sudah ada 2 permintaan untuk menjadi pembicara di Bandung yang belum saya konfirmasi juga. Ugh.)