Hilangnya Indra Sosial Musisi Indonesia

Salah satu musisi favorit saya saat ini adalah Steven Wilson (akun Facebook). Dia dikenal banyak orang melalui band Porcupine Tree yang beraliran progressive rock. Sekarang dia justru lebih produktif dengan karya-karya pribadinya. (Termasuk memproduksi band atau artis lainnya.)

Steven_Wilson_Hand_Cannot_Erase_coverAlbum besar Steven Wilson yang baru adalah “Hands. Cannot. Erase“. Album ini terinspirasi dari sebuah kejadian menyedihkan. Tersebutlah seorang perempuan muda bernama Joyce Carol Vincet yang tinggal di London. Joyce ditemukan meninggal di apartemennya. Yang menyedihkannya adalah jenasahnya baru ketahuan setelah lebih dari 2 tahun! Joyce ini adalah orang biasa seperti kita-kita. Mengapa temannya atau saudaranya tidak ada yang tahu? Tidak ada yang menanyakan keberadaan dia setelah sekian lama?

Baru-baru ini kejadian yang mirip juga terjadi di Xian, Cina. Ditemukan seorang yang meninggal di lift setelah terjebak selama sebulan. Sebulan! Bagaimana mungkin ini terjadi?

Mungkin ini adalah arah dari masyarakat kita? Makin tidak peduli. Ditambah lagi dengan gadget atau handphone. Semakin tidak peduli dengan sekeliling kita.

Yang ingin saya soroti dalam tulisan ini adalah kesensitifan dari Steven Wilson. Dia membuat karya musiknya bukan sekedar membuat bunyi-bunyian yang enak didengar, tetapi juga memiliki misi sosial. Dia memotret kondisi sosial – dalam hal ini kejadian di Inggris tempat dia berada – dan kemudian mencoba mengingatkan kita. Inikah yang kita inginkan?

Indra Steven Wilson untuk menangkap kondisi sosial ini masih berjalan dengan baik. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Ah, kebanyakan karya yang diciptakan saat ini lebih ke arah “aku cinta aku”, “sedihnya aku”, dan sejenisnya. Aku, aku, dan aku. Mending kalau “Aku”-nya Chairil Anwar. Kemana karya atau lagu yang berisi kritik sosial? Sebagai contoh, lagu karya Yockie Suryo Prayogo – “Kehidupan” yang dikenal melalui band God Bless.

Semoga musisi Indonesia (yang masih muda) dapat mengasah indra sosialnya dan dapat memotret kondisi sosial bangsa Indonesia.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Hilangnya Indra Sosial Musisi Indonesia

  • jokots

    Saya tadinya agak bingung dg judul diatas,saya kira Indra adalah nama orang hehe…. Klu sy baca isi tulisan ini harusnya ditulis “Indera” seperti panca indera yg lain. Sy jg setuju, skrg itu jarang lagu selain bertema cinta. Kemana hilangnya musisi yg kritis mslh sosial dan lingkungan sekitar kita seperti Iwan Fals, Frangky, Ebiet, Koes Plus dll. Sy sangat rindu dg acara lagu2 di TVRI dulu yg penyanyi bukan hny org muda/dewasa tapi yang sdh tengah baya dan anak2 wkt kecilnya Joshua, Agnes, Chikita meidy, Tina Toon. Hebatnya lagu anak2 ciptaan papa t bob yg sdh berumur 25 tahunan masih digemari sampai sekarang. Ayo bangkit musisi Indonesia.

  • ophay

    Wajib dengar SLANK

  • Menjadi Sehat

    Kalau di Indonesia, musisinya rata-rata sensitif terhadap kisah percintaan Pak, jadi lagunya cinta-cintaan semua. hehehe

  • Adityo

    Sekarang banyak kok pak musisi muda yang isi lagunya ada indera sosial seperti efek rumah kaca / pandai besi, bara suara

  • Budi Rahardjo

    kalau kata KBBI, yang benar adalah “indra” bukan “indera”. tadinya tulisan ini saya buat dengan kata “indera”. setelah cek dengan KBBI, salah. he he he. jadi justru saya koreksi jadi “indra”

  • Osmond

    Ada kok,pak. Ada Bondan Prakoso yang tema lagunya tentang sosial. Coba dengerin singlenya “Kau tak sendiri”.

  • Hilangnya Indra Sosial Musisi Indonesia – Unknown Error 404

    […] Sumber: Hilangnya Indra Sosial Musisi Indonesia […]

  • biolo asli

    bener sekali pak jaman sekarang kebanyakan lagu-lagu tentang percintaan

  • oklah

    yang aneh adalah selera musik kebanyakan dari masyarakat indo yang memang doyan cinta-cintaan, jadi kebanyakan musisi disini ya ikut suara terbanyak. Dari musisi sekarang juga jarang yang punya idealisme kemusikan mereka, arah musiknya kemana juga ga jelas.. yang penting laku dan banyak didengar..

    pribadi sih lebih senang dengar musik diluar sih..

  • cakra

    fans berat ya gan,,, sampai sampai,,di bikin postingan kyak gini..? hehee

  • TUKANGCOLONG

    seperti layaknya tulisan blog, bikin tema dengan tema sosial lebih sulit daripada tema ‘aku’ atau cinta-cintaan pak.. lebih menjual juga di pasaran.. he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: