Apakah Ada Aplikasi Taksi Konvensional?

Saat sedang ramai perdebatan soal Uber (dan Grab) dengan taksi konvensional. Ada tuntutan agar aplikasi Uber diblokir. hi hi hi. Bahkan kemarin sempat rusuh di Jakarta.

Yang saya tidak mengerti, mengapa perusahaan taksi konvensional ini tidak membuat aplikasi sendiri ya? Toh mereka perusahaan besar. Bukan perusahaan kaki lima. Ada yang tahu kenapa? Kan buat aplikasi 2 minggu selesai. ha ha ha. (Kalau yang terakhir ini hanya lawakan saja. Lawakaaaannn. Soalnya kami pengembang aplikasi. hi hi hi.)

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Apakah Ada Aplikasi Taksi Konvensional?

  • Indomoto

    Mereka tidak bikin aplikasi sendiri karena mereka gaptek.
    Padahal bener, bikin aplikasi seperti itu cuma butuh waktu kurang dari 2 minggu kalau fulltime.

  • Jejak Parmantos

    Bluebird ada aplikasinya pak

  • otidh

    Blue Bird kalo ga salah ada aplikasinya Pak. Tapi kurang tahu juga sudah seberapa besar user adoptionnya.

  • Blog-Dokter

    Kalah armada Pak. Kalo Uber atau Grab banyak yang bisa masuk.

  • renput

    bener pak, taksi kan benar2 kendaraan umum, permasalahan uber adalah yang masuk kendaraan pribadi yang dijadikan kendaraan umum, ingat dulu ada teman yang mengembangkan aplikasi taksi ini tapi kayanya kurang jaya pak.

  • Freddy Hernawan

    soal marketing (via sosmed dan lain sebagainya) juga berpengaruh besar pak. secara uber dan grab itu viral nya luar biasa.

  • ariesadhar

    Dari dulu Blue Bird bahkan sudah punya aplikasi sejenis Grab Taxi. Panggil taksi juga sudah pakai maps segala macam. Cuma, sekali-kali menurut saya adalah harga. Hehehe.

  • Adhi

    Mengapa persoalannya tidak semudah itu ?

    1. Membuat aplikasi Taksi sendiri tidak sederhana, On Demand Platform seperti Gojek, Uber bukanlah sekedar app, tapi juga terdiri dari Backend yang harus Realtime, Scalable dan Robust. Harus ada modul untuk realtime tracking, route optimization, communication, order management. Untuk itu dibutuhkan tim khusus dengan keahlian Mobile native (Android/iOS), low latency bidirectional client-server communication, geospatial analysis, complex event processing dan arsitektur multitenant.

    Di Indonesia baru ada company http://www.autofleem.io yang membangun platform On-Demand semacam itu.

    2. Setelah masalah teknologi teratasi, masalah berikutnya yang paling crucial adalah HARGA. Apakah perusahaan taksi konvensional bisa menurunkan harga sama dengan perusahaan Taksi aplikasi?
    Karena On-Demand company seperti Uber, AirBNB mengefisienkan sistem dengan menghilangkan biaya pencarian (search cost) sehingga terjadi ketimpangan harga yang signifikan, belum lagi aspek-aspek lain juga di -skip oleh penyedia taksi Aplikasi seperti pajak, pungli ini dan itu, jadi memang terjadi unfair advantage antara taksi konvensional dan taksi online.

    3. Regulasi seperti mengharuskan Taksi memiliki badan usaha dan membayar pajak tetap tidak akan membuat harga dan availability antara taksi Aplikasi dan taksi konvensional, jadi satu-satunya solusi, yang sekarang diterapkan di Eropa (Perancis, Jerman, Italy, UK) adalah pembatasan jumlah Taksi Uber. Perancis juga membuat solusi kreatif, dengan membangun sendiri platform Taxi On Demand mereka, VTC Taxi.

    Jadi solusinya perusahaan taksi konvensional harus mengupgrade teknologi mereka sebagus mungkin sehingga semudah, seefisien dan setransparan taksi aplikasi. Pemerintah harus menerapkan regulasi yang jelas bagi penyedia taksi aplikasi.

    Kalau tidak, akan terjadi gesekan-gesekan sosial yang saya takutkan malah lebih parah lagi, strategi jahat black campaign khas pengusaha Indonesia bisa keluar.

  • galeshka

    Burung biru punya kok, oom.

    https://play.google.com/store/apps/details?id=com.seatech.bluebird&hl=en

    Sudah lumayan lama, saya beberapa kali pakai dan cukup memuaskan. Tapi sebagai catatan, malah beberapa fasilitas pemesanan taksi konvensional bisa menjadi keunggulan dibandingkan dengan ride hailing app transport (bahasa keren buat taksi online katanya sekarang ini)😀

  • masbadar

    Mungkin basi, tapi di blog sebelah ada teori konspirasi dibalik ribut-ribut taksi online vs konvensional, eh legal vs ilegal ding. Lumayan buat hiburan penyuka bacaan thriller.

  • TUKANGCOLONG

    bagi link dong masbandar😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: