Tag

,

Baru-baru ini terjadi dialog seperti ini.

Wartawan (W): Pak, besok bisa ketemuan untuk wawancara
Saya (S): Ok. Tapi siang ya.
W: Baik pak. Tempatnya dimana?
S: Mungkin seputaran ITB atau jalan Dago.
W: Lho? Bapak di Bandung? Saya kira di Jakarta.
[Saya ingin membanting handphone. he he he]

Saya jadi bertanya-tanya. Kenapa ya saya yang mau diwawancara? Alasannya apa? Kemudian, apakah sang wartawan tidak melakukan riset dulu mengenai (kredibilitas) nara sumbernya? Siapa dia? Latar belakangnya? dan lain-lain. Dengan sedikit riset, seharusnya yang bersangkutan tahu bahwa saya ini basisnya di Bandung. Atau mungkin dia disuruh?

Atau … mungkin salah “budi rahardjo”. Mungkin seharusnya dia mewawancara “budi rahardjo” yang lain?

Mudah-mudahan ini bukan potret umum. Ataukah?