Masih Soal Uber

Tadi seharusnya saya mengantar anak saya ke sebuah tempat, tetapi karena saya juga harus futsal maka kami mencari taksi. Puter-puter nggak ketemu taksi konvensional. Akhirnya kami berhenti dan memesan Uber.

Pulangnya anak saya juga mencari taksi konvensional tetapi lagi-lagi tidak ada. Dia kemudian memesan Uber lagi. Harganya kali ini 2,7x lebih mahal dari harga biasanya (karena peak hour?). Akhirnya yang dibayar menjadi Rp.70 ribu. Mungkin kalau naik taksi biasa hanya Rp. 40 ribu.

Banyak orang yang mengatakan bahwa kami menggunakan Uber karena murahnya. Bukan! Kami menggunakan Uber karena taksi konvensional tidak ada. Ini masalah kemudahan dan ketersediaan. Itu yang lebih utama menurut saya.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

2 responses to “Masih Soal Uber

  • sedo

    Kenapa engga telepon aja mas? saya pikir pola pikir (karena kemudahan UBER yg engga harus ngeluari “ekstra” pulsa) jadi hambatan ya di jaman sekarang?

    salam kenal : Edo

  • jarwadi

    Tentu saja kualitas itu sekarang berbentuk kemudahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: