Adu Kemiskinan

Sekarang banyak orang yang menggunakan kemiskinan sebagai alasan; “kami rakyat kecil”, “kami orang miskin”, dan seterusnya. Seakan-akan kalau sudah miskin itu boleh melanggar hukum. Ini contohnya: karena saya tidak bisa buat garasi, maka mobil saya parkir di pinggir jalan (dan mengganggu lalu lintas, yang mana digunakan oleh orang yang lebih miskin – yang  tidak punya mobil). Apa “miskin”nya dari punya mobil ya?

Minta dikasihani. Itu intinya. Semakin miskin semakin harus dikasihani. Maka yang terjadi adalah adu kemiskinan. Bukan adu perjuangan.

Kemarin ada demo angkutan umum karena adanya peluncuran layanan bis gratis untuk siswa dan karyawan. Salah satu poster yang terpasang di angkot mengatakan bahwa mereka (angkot) ini adalah orang miskin, bis gratis ini menganggu pendapatan mereka. Mereka lupa bahwa orang yang dilayani oleh bis-bis ini ada banyak orang yang tidak punya kendaraan sendiri (sehingga harus naik bis itu). Apa harus diadu kemiskinan antar mereka?

Lihat juga pengamen yang memilih angkutan kota untuk meminta duit dari pengendara angkutan kota ini (yang mana duitnya cekak dulu). Aneh saja. Mosok minta ke orang yang sama-sama (atau malahan lebih) tidak punya uang. Adu kemiskinan lagi?

Kalau dilihat, malah orang yang betulan miskin tidak menggunakan alasan itu. Mereka lebih memiliki harga diri dan berjuang lebih keras. Sementara itu banyak orang yang merasa miskin.

Hadoh … Memalukan orang-orang yang menggunakan alasan kemiskinan ini.

Iklan

11 pemikiran pada “Adu Kemiskinan

  1. Ini semua karena masih tololnya bangsa kita. Gak rakyat, gak pejabat, gak aparat, sama aja, masih banyak yg tolol. Nuhun.

  2. betul sekali sifat manusia memang aneh giliran pemerintah memberikan bantuan untuk rakyat miskin,eh malah sewotan orang yang belum dianggap miskin karena ga kebagian daripada orang yang miskin beneran,,

  3. iya betul pak Budi sekarang ini banyak orang senang di anggap miskin dan rela bahkan bangga di bilang orang miskin, coba saja lihat pada saat ada pembagian uang bantuan langsung tunai banyak diantara mereka datang menggunakan motor yang masih bagus dan baru, apakah di indonesia orang miskin sudah naik yah kategorinya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s