Kebanyakan Motret

Baru sadar bahwa saya kebanyakan motret. Maksudnya ada terlalu banyak foto yang belum saya proses dan belum sempat diunggah ke tempat penyimpanan online. Ternyata kebanyakan motret itu juga masalah.

Kalau dahulu, karena film dan untuk mencetaknya menjadi foto mahal, memotret itu harus dipikir dahulu. Orang-orang diatur posisinya, baru dijepret. Apa yang dipotret juga harus dipertimbangkan juga. Tidak main jepret aja.

Sekarang, memotret dilakukan dengan kamera digital. Bahkan cukup dengan handphone. Apa saja dipotret. Toh hasilnya hanya sebuah berkas kecil yang bisa dihapus sesuka kita. Tidak ada biaya untuk afdruk (mencetak menjadi foto). Akibatnya kita – atau, lebih tepatnya, saya – kebanjiran berkas foto. Sekarang mau diapakan berkas-berkas foto ini? au dibuang sayang, tapi mereka ini memenuhi disk saya. Sudah satu 1 TB disk yang penuh. Beli disk lagi gitu?

Sebetulnya yang lebih masalah adalah kurangnya waktu yang ada untuk memilih-milah berkas itu. Daripada waktunya dipakai untuk memilah berkas, lebih baik waktunya dipakai untuk cari uang yang kemudian digunakan untuk membeli disk. ha ha ha.

Seriously, saya lagi pusing dengan berkas-berkas foto ini.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

5 responses to “Kebanyakan Motret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: