Membaca Itu Bukan Bekerja

Ada banyak orang yang berpendapat bahwa membaca itu bukan bekerja. Soalnya membaca itu tidak kelihatan hasilnya secara fisik. Kalau menebang pohon itu kelihatan hasilnya. Berarti menebang itu bekerja. Lah, kalau membaca?

Padahal dalam hal pekerjaan yang membutuhkan pemikiran biasanya dibutuhkan pengertian dan pemahaman. Keduanya diperoleh setelah melalui proses membaca (dan kemudian dilanjutkan dengan mencoba). Tanpa membaca, kita akan menjadi bodoh dan tidak dapat mencari solusi yang dibutuhkan dalam pekerjaan kita.

Yang paling repot adalah menjelaskan pekerjaan mahasiswa yang sedang mengambil S3 karena pekerjaan utama mereka adalah membaca dan menulis. Membacanya juga agak ekstrim, yaitu harus banyak sekali membaca. Ratusan makalah dan buku harus dibaca oleh seorang mahasiswa S3. Untuk membacanya saja sudah membutuhkan waktu, apalagi untuk mengerti atau memahami. Maka dari itu banyak orang yang tidak mengapresiasi kesulitan mahasiswa S3.Sesungguhnya membaca itu juga bekerja, tetapi dilakukan oleh otak. Mungkin karena otak juga tidak terlihat secara fisik, maka sulit menerima bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh otak sama pentingnya (bahkan sekarang lebih penting) daripada pekerjaan yang dilakukan oleh otot.Nah, kalau membaca status orang di Facebook atau Twitter itu bekerja juga atau bukan ya?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Membaca Itu Bukan Bekerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: