Tag

,

Sebetulnya sudah lama saya ingin membuat tulisan tentang Muhammad Ali. Baru-baru ini, tanggal 3 Juni 2016, Muhammad Ali meninggal dunia. (Semoga dimaafkan segala kesalahannya dan diberi tempat yang terbaik di sana.) Rasanya pas juga membuat tulisan tentang Muhammad Ali.

Saya termasuk generasi yang beruntung dapat melihat sosok yang menarik seperti Muhammad Ali. Ketika saya masih kecil, saya masih ingat bagaimana sekolah-sekolah diliburkan untuk menyaksikan pertandingan tinju Muhammad Ali (di TV hitam putih) atau mendengarkan melalui radio. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di berbagai penjuru dunia.

Ali adalah sosok yang menginspirasi. Dia tidak hanya dicintai di dunia tinju saja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari. Dia merupakan sosok yang bersahaja dan memiliki integritas yang tinggi. Bayangkan, ketika berada di puncak karirnya (menjadi juara dunia) dia rela dicabut gelarnya karena dia menolak untuk ikut perang Vietnam. Dia tahu kalau dikirim ke Vietnam, paling-paling juga dia hanya dikasih tugas yang gampang-gampang. Tetapi, karena prinsip teguh yang dianutnya, dia rela dicabut gelarnya dan dilarang untuk bertanding (selama 3 tahun?). Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Saya ambil contoh video ini. Silahkan lihat bagaimana orang menghargai (respect) Muhammad Ali. Tidak banyak orang yang bisa membuat seorang lelaki menangis seperti bayi ketika diingatkan tentang Muhammad Ali. Why are you emotional? Because he is my hero.

Ada banyak video-video seperti ini. (Video orang-orang besar yang menangis karena cinta dan respect terhadap Muhammad Ali. Misal: ini, ini) Lihatlah bagaimana orang-orang mencintai Muhammad Ali.

Menariknya adalah Ali dicintai oleh orang-orang lintas warga negara, agama, ras, … dan seterusnya. Cinta dan kedamaian terpancar darinya.  Dia memang pantas menyandang nama “Muhammad”.  He is trully a champ! I have a lot of respect toward him. We love you champ! You’re beautiful.