Tag

,

Alhamdulillah “mudik” kami melawan arus, yaitu menuju Jakarta. Yes!

Kami menuju ke Jakarta di hari kedua Lebaran. Berangkat pagi, meskipun tidak pagi amat. Jam 7-an. Awalnya agak sedikit khawatir juga melihat banyak kendaraan yang menuju Jakarta meskipun masih lancar. Tidak ada kemacetan.

Belok sebentar di rest area Km. 97 untuk makan bubur dulu. Di sini juga ramai orang berhenti meskipun tidak sampai penuh sesak. Wah. Apa bakalan tambah ramai? Ternyata tidak.

Sebetulnya kami ke Cibubur dahulu sebelum ke Jakarta. Belok ke jalan Jagorawi terlihat banyak kendaran. Ada sedikit macet. Ternyata tersendat di pintu gerbang tol. Begitu belok ke pintu gerbang menuju Cibubur, lancar. Nampaknya kendaraan yang banyak adalah yang menuju Bogor dan Puncak?

Setelah bersilaturahmi di Cibubur, kami ke Jakarta. Ramai kendaraan juga, tetapi tidak sampai macet juga. Alhamdulillah. Jakarta cukup lengang. Coba Jakarta seperti itu setiap harinya. ha ha ha.

Kembali ke Bandung kami lakukan di hari Jum’at malam. Waswas juga. Ternyata jalan lancar. Memang banyak kendaraan, tetapi semuanya berkecepatan hampir tetap sekitar 90 (atau 100) Km/jam. Cukup cepat juga. Jadi Jakarta ke Bandung tanpa berhenti kurang dari 2 jam. (Saya lihat di odometer, jaraknya 150 Km.) Sementara itu jalan menuju Jakarta di tol Cikampek dan juga bahkan di Cipularang padat dengan mobil (yang mau balik ke Jakarta?). Alhamdulillah mudik melawan arus.

Yang repot adalah sampai Bandung baru mau cari makan. Ini sudah lewat dari jam 9 malam. Ternyata agak susah juga. Tadinya mau ke restoran Padang, tapi masih pada tutup. Akhirnya dapat juga restoran. Alhamdulillah lagi.

Ini cerita mudik yang menyenangkan. Jadi ada banyak cerita mudik yang menyenangkan. Di media sosial kebanyakan cerita yang mengerikan, macet di berbagai tempat. Seakan semua mengerikan. Ada juga yang mudiknya lancar kok. Banyak malahan. Ayo tuliskan cerita mudik lancar Anda. hi hi hi.

Sekarang ngaso dulu.