Kekang Keinginan Berbagi Berita Negatif

Baru saja melihat sebuah berita di salah satu media sosial (Facebook). Beritanya tentang seseorang yang tidak mau patuh terhadap peraturan penerbangan. Dia merasa berkuasa. Akhirnya terpaksa pesawat diturunkan dan yang bersangkutan diamankan. Kesal juga melihat orang model begini. Ada keinginan untuk menceritakan hal ini kepada orang lain. Ingin membuat orang ini menjadi “terkenal” (buruk) sehingga dia jera.

Setelah saya pikir-pikir, akhirnya saya batalkan untuk melakukan share. Untuk apa? Apa manfaatnya? Setelah saya bagi (share), apakah yang bersangkutan akan berubah? Belum tentu. Bahkan kemungkinan juga tidak berubah. Malah kemudian ada orang (gila) yang senang dia menjadi terkenal. Halah. Serius. Beneran.

Yang terjadi kalau kita membagi berita negatif adalah membuat orang baik-baik menjadi naik pitam juga. Naik darah. Marah-marah. Tensi! Artinya saya justru membuat orang baik menjadi kurang baik kondisinya. Padahal orang-orang baik ini tidak perlu harus ikut menderita atas berita negatif itu.

Ada banyak berita-berita negatif yang beredar. Tidak usah dicari pun ada banyak. Apalagi kalau kita cari, tambah banyak saja. Ini bikin gara-gara saja.

Jadi, lupakan saja berbagi berita negatif itu. Lebih banyak buruknya daripada manfaatnya.

Iklan

13 pemikiran pada “Kekang Keinginan Berbagi Berita Negatif

  1. setuju pak Budi selai dosa menceritakan kejelekan orang lain kadang kadang orang tersebut malah benci sama kita yang akhirnya kita tambah satu musuh lagi itu artinya menambah masalah baru dalam hidup kita, trims pak

  2. Setuju pak Budi. Tidak ada manfaatnya, malah menambah hati keruh dan memperkeruh hati orang lain.
    Terima kasih, nasehat yg sangat berhatga.

  3. Kalau saya share postingan Pak Budhi ini, tentu manfaatnya ada ya Pak. ๐Ÿ™‚ Membuat saya dan orang lain sadar dan tidak ingin lagi share hal-hal negatif.

  4. Salah satu ciri ahli surga adalah menahan diri dari menyebarkan keburukan. Pak Budi sudah dapat melakukannya. Mumtaz pak. Akhlaq Rasulullah juga begitu. Di surga yang terdengar adalah qiilan salaaman salaamaa. Ucapan yang menyejukkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s