Mengambil Tanggungjawab

Kemarin saya bercerita tentang apa-apa yang saya lakukan di dunia internet Indonesia, seperti mengelola nama domain .ID, mendirikan ID-CERT, dan seterusnya. Saya melakukan hal ini bukan karena ingin mencari popularitas, tetapi karena harus melakukannya. Somebody has to do it.

Ini adalah masalah mengambil tanggungjawab. Take responsibility.

Banyak orang yang memang tidak mampu atau tidak mau mengambil tanggung jawab. Ada yang merasa bahwa tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka sangat berat. Ha ha ha. Kalau saya jabarkan apa-apa saja yang saya lakukan maka mungkin baru sadar mereka. (Kadang memang ada yang bertanya kepada saya bagaimana saya membagi waktu dan perhatian untuk ini.) Saya sendiri sering melihat contoh orang-orang (yang tidak terkenal) tetapi menanggung tanggungjawab yang luar biasa. I am nothing compared to them. Akibatnya saya tidak menjadi cengeng soal tanggungjawab ini.

Kadang tanggungjawab yang diambil ini terlihat ringan atau cemen, sehingga tidak ada yang mau mengambil tanggungjawab ini. hi hi hi.

Terus yang serunya adalah setelah “sukses” maka banyak muncul “pahlawan kesiangan” yang kemudian mengambil sorotan lampu di panggung. Take the spotlight. Atau juga kemudian ada yang mengambil keuntungan dari ini semua. Untuk hal ini, saya biarkan saja. Toh saya melakukannya bukan karena ingin terkenal atau karena ingin kaya. Saya melakukannya karena memang harus dilakukan. Itu saja.

Tulisan ini untuk memberi semangat kepada anak-anak muda untuk berani mengambil tanggungjawab. Mari kita belajar bersama.

Iklan

11 pemikiran pada “Mengambil Tanggungjawab

  1. selamat siang Pak Budi,

    jika ingin mengundang Bapak untuk menjadi narasumber bisa menghubungi kemana ya pak ?

    terima kasih
    julia

  2. Malam, Pak Budi.

    Saya melihat (dan kemudian salut) bahwa Bapak bisa “santai” saja dengan masalah tanggung jawab ini. Saya yakin salah satu unsur utamanya adalah masalah keikhlasan.

    Mohon doanya agar kami anak-anak muda untuk berani mengambil tanggung jawab dan dapat sepenuhnya ikhlas dalam menjalankannya.

  3. Rasanya kalau diberi tanggung jawab menjadikan “beban” bagi kehidupan saya… tetapi saya sadar juga kalau diberi tanggung jawab itu sekaligus diberi “kepercayaan”.. Jadi dinikmati saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s