Terburu-buru

Melihat media sosial saat ini, ada kesan bahwa banyak orang terlalu terburu-buru dalam membaca. Mungkin ini disebabkan karena emosi – rasa kebencian yang mendalam – yang menguburkan kesabaran. Padahal untuk memahami pesan yang tertulis, kadang kita harus membacanya berulang-ulang.

Ini baru untuk tulisan-tulisan yang relatif “mudah” dicerna. Bayangkan kalau kita harus membaca makalah yang lebih sulit untuk dimengerti. Masalah emosi juga mungkin ada, tetapi berupa rasa kesal karena tidak mengerti apa yang dibaca. (ha ha ha.) Inilah sebabnya banyak peneliti – terutama yang mengambil S3 – seringkali mengalami tekanan jiwa. Sudah susah memahami tulisan yang dibaca, orang-orang pun tidak bisa memahami. Apa susahnya sih membaca (makalah)?

Ada banyak tulisan yang membahas topik kontroversial; mulai dari masalah mistik, agama, extra terestrial (makhluk luar angkasa), dan hal-hal lain yang masih belum dimengerti secara teknis (scientific) oleh manusia. Untuk hal-hal seperti ini, belum apa-apa kita sering menghakimi bahwa tulisan atau pendapat tersebut adalah sampah.

Rasa keingintahuan (curious) seharusnya merupakan prinsip utama yang harus dipegang teguh. Disertai dengan kesabaran – tidak terburu-buru – ini adalah kunci untuk mengembangkan pengetahuan dalam rangka mencari kebenaran.

Iklan

9 pemikiran pada “Terburu-buru

  1. Biasanya terburu-buru karena ‘tuntutan zaman’ pak. Zaman segera berubah. Momen segera lewat. Tapi kita masih juga belum memahami apa yang dimaksud. Akhirnya terburu-buru deh… T_T

  2. Media sosial memang tempatnya sekelumit teks pak. Yg paling popular 140 karakter itu, selebihnya orang lebih suka visual pak. Makanya coba bikin makalah yang berisi infografis, atau gambar meme, atau animasi gif, meski terburu-buru, tetap dapet pointya pak..

  3. Ada dua sifat manusia menurut Sang Pencipta (dalam Al Quran) yaitu (1) Sering Terburu-buru dan (2) Suka Keluh kesah.

    Jadi sifat itu manusiawi saja ya Pak Budi…he..he…

  4. Di perjalanan terburu2, bekerja terburu2, makan terburu2, istirahat terburu2, ibadah terburu2…..
    Samapai bernafaspun jadi terburu2 🙂

  5. Segala sesuatu jika di landasi dengan perasaan terburu-buru,maka hasilnya juga akan terburu-buru juga Bos! Terburu-buru kepingin exis lalu kemudian hasilnyapun akan terburu-buru tenggelam. he he he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s